Motif Setnov pelesiran di Padalarang didalami Kemenkumham

id Setnov, lapas gunung sindur, lapas sukamiskin, koruptor

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Jawa Barat, Liberti Sitinjak (kiri) di Lapas Sukamiskin, Kota Bandung, Jumat (15/6/2019). (Bagus Ahmad Rizaldi)

Bandung (ANTARA) - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Provinsi Jawa Barat, Liberti Sitinjak menyatakan masih mendalami motif Setya Novanto yang kedapatan pelesiran di Padalarang, Kabupaten Bandung Barat.

"Setnov sedang dilakukan BAP sekarang, dan waktunya tidak berlangsung lama karena BAP bisa juga dilakukan di Lapas Gunung Sindur," kata Liberti  Sitinjak saat di Lapas Sukamiskin Kota Bandung, Jumat malam.

Atas aksinya yang dianggap melanggar aturan itu, mantan Ketua DPR RI dan ketua DPP Golkar tersebut akhirnya oleh pihak Kemenkumham Jawa Barat dipindahkan ke Lapas Gunung Sindur, Bogor.

Selain Novanto, ada satu orang pengawal yang juga menjalani pemeriksaan. Pengawal itu diperiksa atas aksi Novanto yang kedapatan berkeliaran seperti layaknya warga masyarakat yang tidak menghadapi masalah hukum saja.

"Petugas mengawalnya sedang dalam proses pemeriksaan juga. Atasannya langsung yang bertanggung jawab tentang pengawasan di rumah sakit, mulai Senin(17/6) saya tarik ke Kanwil sementara untuk dilakukan pemeriksaan," ucap Kakanwil Kemenkumham Jabar, Liberti Sitinjak.

Dikaatakan,  keputusan pemindahan Novanto ke Lapas Gunung Sindur adalah hal yang tepat  karena lapas tersebut memiliki pengamanan yang super ketat.

"Selanjutnya saya akan melaporkan ini ke Menteri Hukum dan HAM untuk tindak lanjut,  jadi saya belum bisa menjelaskan yang lebih rinci," kata dia.


                                         Dipindahkan
Setelah ramai ketahuan narapidana kasus korupsi KTP-E bebas pelesiran di Padalarang Kabupaten Bandung Barat, Kanwil Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat langsung memindahkan Setya Novanto dari Lapas Sukamiskin di Kota Bandung ke Lapas Gunung Sindur di Bogor.

"Tindakan saya sebagai Kakanwil, malam ini juga Setnov akan saya pindah ke Lapas Gunung Sindur, setelah konfrensi pers ini," kata Kakanwil Kemenkumham Jawa Barat, Liberti Sitinjak di Lapas Sukamiskin  Kota Bandung, Jumat malam.

Atas perbuatanya, kata Liberti, Setya Novanto dipindah ke Lapas Gunung Sindur yang memiliki pengamanan yang super ketat. Selanjutnya ia mengatakan akan melaporkan kejadian tersebut kepada Menteri Hukum dan HAM.

"Menurut hemat saya, ini perlu dilakukan untuk sementara sebelum saya bisa melaporkan ke Menteri, saya lakukan tindakan ini dulu," kata dia.

Mantan Ketua DPR RI dan Ketua Umum DPP Partai Golkar itu dipindahkan menggunakan mobil ambulans sekitar jam 22.30 WIB, dan membawa dirinya keluar dari area Lapas Sukamiskin.

Liberti mengatakan perlu mengambil tindakan tegas terhadap narapidana kasus korupsi E-KTP itu. Menurutnya, perbuatan Setya Novanto tersebut merupakan salah satu pelanggaran berat.

Selain itu, dia mengatakan saat ini pengawal yang mendampingi Novanto tengah menjalani pemeriksaan terkait kabar pelesiran itu. Sementara itu, Novanto sendiri akan diperiksa saat sudah berada di Lapas Gunung Sindur.

"Pemeriksaan malam ini sudah kita lakukan, namun malam ini belum dipastikan bisa selesai, harapan saya paling Selasa atau Rabu bisa selesai agar kita tahu benang merahnya dimana," kata Liberti.

Dengan demikian, dia yang mewakili pihak Kemenkumham Jawa Barat menyatakan permohonan maaf atas kelalaian tersebut. Menurutnya saat itu rekomendasi dokter menunjukan bahwa Novanto perlu mengalami pengobatan.

"Atas nama Kanwil Kemenkumham, saya mohon maaf kepada publik, kepada aparat penegak hukum bahwa yang terjadi hari ini adalah murni kelemahan dan kesalahan kami," katanya.

Novanto kepergok berkeliaran di sebuah toko bangunan yang berada di Padalarang. Dalam foto yang beredar di media sosial, Novanto tampak mengenakan kemeja lengan pendek, memakai topi hitam dan wajahnya ditutup masker.

Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar