Belanda ke perempat final usai taklukkan Jepang 2-1

id Belanda vs Jepang,piala dunia putri,Lieke Martens

Lieke Martens (shutterstock.com)

Jakarta (ANTARA) - Belanda melaju ke perempat final Piala Dunia Putri untuk pertama kalinya ketika penalti Lieke Martens di menit-menit terakhir memberi mereka keunggulan 2-1 atas Jepang pada Selasa.

Martens menempatkan Belanda keunggulan awal di menit ke-17, namun beberapa menit kemudian Yui Hasegawa berhasil menyamakan kedudukan pada babak pertama, tetapi sang penyerang Belanda itu kembali memberikan tim juara Eropa tersebut gol kemenangan melalui titik penalti di menit terakhir.

Serangan Jepang, yang membentur tiang gawang dua kali, mendominasi babak kedua tetapi buruk dalam sentuhan akhir.

Belanda, yang hanya ambil bagian dalam Piala Dunia Putri kedua mereka, akan melawan Italia di Valenciennes pada Sabtu setelah Azzurre mengalahkan China 2-0 dalam pertandingan sebelumnya pada Selasa.

The Oranje mendominasi sejak awal laga dengan tembakan Vivianne Miedema masih mengenai tiang gawang dan mereka mendapat hadiah pada menit ke-17 ketika Martens melakukan tendangan ke sudut gawang Jepang untuk membuka skor.

Jepang mendapatkan peluang ketika Yuika Sugasawa berlari cepat dan melepas tembakan melengkung yang membentur mistar.

Mereka mampu menyamakan kedudukan dua menit sebelum turun minum saat Hasegawa mencetak gol yang indah setelah tampil dimainkan dengan luar biasa oleh Mana Iwabuchi.

Tempo permainan menurun setelah istirahat, dengan Belanda mengendalikan jalannya pertandingan.

Jepang hanya mendapat sedikit peluang hingga menit ke-79, ketika tendangan Hina Sugita membentur mistar gawang sesaat sebelum Sari van Veenendaal terpaksa melakukan penyelamatan susah payah untuk menepis serangan Yuka Momiki.

Permainan akhirnya dimenangkan Belanda ketika Saki Kumagai hands ball di area penalti dan Martens sukses mengkonversi penalti untuk keunggulan Belanda.

Kemenangan Belanda ini memastikan bahwa tujuh dari delapan perempat finalis adalah tim Eropa.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar