Turki akan balas jika AS berlakukan sanksi terkait pembelian misil S-400

id Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu

Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. (Anadolu Agency)

Ankara (ANTARA) - Turki akan membalas apa yang disebutnya ancaman sanksi tak dapat diterima dari AS atas pembelian pertahanan misil S-400 buatan Rusia, menurut menteri luar negeri pada Senin, menambahkan ia berpikir Presiden Donald Trump ingin menghindari langkah seperti itu.

Turki mulai menerima pengiriman sistem S-400 awal Juli ini, memicu Amerika Serikat untuk mulai menyingkirkan sekutu NATO tersebut dari program pesawat tempur siluman F-35 atas masalah keamanan.

"Jika Amerika Serikat menggambarkan sikap permusuhan terhadap kami maka kami akan melakukan balasan, seperti yang telah kami katakan kepada mereka. Ini bukan ancaman atau gertakan," kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu dalam wawancara dengan lembaga penyiar TGRT Haber.

"Kami bukan negara yang bisa tunduk pada mereka yang menunjukkan permusuhan terhadap Turki," kata dia, mengulangi peringatan balasan yang dilontarkan Turki Juni lalu.

Cavusoglu berpendapat bahwa ia tidak berharap pemerintah AS akan mengambil tindakan semacam itu.

"Trump tidak ingin memberlakukan sanksi terhadap Turki dan kerap mengatakan bahwa pemerintahannya dan pemerintahan AS sebelumnya juga bertanggung jawab karena Turki tidak sanggup membeli sistem Patriot. Ini benar," kata Cavusoglu.

Sumber: Reuters
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar