ACT ajak komunitas galang dana untuk korban kabut asap

id kebakaran hutan,kebakaran hutan dan lahan,asap karhutla,karhutla,ACT Lampung

ACT ajak komunitas galang dana untuk korban kabut asap

Komunitas yang ikut bergabung dengan ACT Lampung dalam penggalangan dana untuk kabut asap, Jumat (20/9/2019). (ANTARA/Dian Hadiyatna)

Bandarlampung (ANTARA) - Lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) Lampung mengajak komunitas yang ada di provinsi itu bersama-sama menggalang dana untuk saudara setanah air yang sedang terkena musibah kabut asap karena kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

"ACT akan terus mengajak seluruh elemen bangsa dan umat agar bergerak menyelamatkan masyarakat yang terpapar asap pekat di Provinsi Riau dan Pulau Kalimantan," kata Marketing Komunikasi ACT Lampung Hermawan Wahyu Saputra, di Bandarlampung, Jumat.

Ia mengatakan sejauh ini sudah ada beberapa komunitas yang langsung turun kelapangan untuk menggalang dana ini seperti Gen Millenial Produktif (GMP), Hima BKPI Tarbiyah UIN RIL, Koppi Malang Sari, Hima PAI Tarbiyah UIN RIL dan UKM-F Karim Universitas Malahayati.

Menurut dia, kabut asap yang terjadi di karena karhutla di beberapa daerah khususnya Provinsi Riau dan Kalimantan menjadi perhatian khusus oleh masyarakat Indonesia termasuk Lampung.

"Komunitas dan ACT Lampung telah bergerak melakukan penggalangan dana kemanusiaan baik itu di lapangan maupun lingkungan kampus dan ada juga yang secara daring (online)," katanya.



Dana yang terkumpul tersebut akan langsung disalurkan kepada relawan ACT yang berada di lokasi kabut asap.

Hermawan menilai dampak dari kabut asap tersebut sangat komplek karena mata pencarian mereka yang terganggu dan kesehatan masyarakat yang semakin menurun.

"Relawan ACT yang berada di sana terus memberikan pelayanan kesehatan dan pembagian masker gratis. Rencananya kami akan mengirim bantuan pangan langsung ke Riau dan Kalimantan," kata dia.

Dia pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang sudah berkenan membantu saudara terdampak kabut asap dan semoga para dermawan serta relawan tak lelah membantu sesama dalam meringankan beban mereka.*
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar