PLN: Biaya pulihkan kelistrikan di Wamena pascarusuh sebesar Rp6 miliar

id pln papua

PLN: Biaya pulihkan kelistrikan di Wamena pascarusuh sebesar Rp6 miliar

Proses pemulihan kondisi kelistrikan pascarusuh di Wamena, Kabupaten Jayawijaya (ANTARA/HO/PLN Papua)

Jayapura (ANTARA) - PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) mengklaim biaya yang dikeluarkan pihaknya untuk memulihkan kondisi kelistrikan pascarusuh di Wamena, Kabupaten Jayawijaya belum lama ini kurang lebih Rp6 miliar.

General Manager PLN UIWP2B Ari Dartomo di Jayapura, Selasa, mengatakan biaya ini meliputi pemulihan jaringan dan jasa perbaikan di Wamena.

"Pemulihan dan perbaikan ini juga mencakup enam trafo, 10 kms jaringan tegangan menengah, lima kms jaringan tegangan rendah dan beberapa material lainnya," katanya.

Menurut Ari, hingga kini proses tersebut masih dalam tahap finishing untuk pemulihan di Wamena pascarusuh belum lama ini.

Senada dengan Ari Dartomo, Juru Bicara PLN UIWP2B Septian Dwi Pudjianto mengatakan pihak terus berupaya agar para pelanggan di Wamena dapat menikmati layanan seperti sedia kala sebelum terjadi kerusuhan.

"Kami berupaya yang terbaik dan meminta agar masyarakat sebagai pelanggan dapat bersabar juga memohon maaf atas ketidaknyamanan tersebut," katanya.

Sebelumnya, Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) Walesi berkapasitas 2,5 MW tidak dapat beroperasi karena petugasnya mengungsi ke daerah yang dianggap lebih aman setelah terjadi kerusuhan pada Senin (23/9) yang berbuntut pada pembakaran fasilitas publik termasuk Kantor UP3 Wamena milik PLN.

Namun pada sabtu (5/10) PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIWP2B) mengklaim telah berhasil memulihkan 100 persen jaringan yang terdampak pascakerusuhan di Wamena setelah hampir dua minggu melakukan perbaikan.

Hingga kini, PLN telah menyelesaikan sambungan rumah dan sedang menyempurnakan pembenahan di sisi jaringan distribusi.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar