Penilai Kemendikbud tinjau penerapan TIK di Gowa

id tik,ki hadjar

Penilai Kemendikbud tinjau penerapan TIK di Gowa

Tim Penilai Ki Hadjar 2019 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melihat langsung penerapan TIK di tujuh sekolah di Kabupaten Gowa, Sulsel, Rabu (6/11/2019).

Dengan apa yang kita dapatkan di lapangan secara nyata juga bisa membantu kami memberikan kebijakan dan masukan kepada pemerintah daerah agar bisa memanfaatkan sistem pengelolaan kependidikannya dengan lebih baik. Terutama dalam hal penerapan sistem
Gowa (ANTARA) - Tim Penilai Ki Hadjar 2019 dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengunjungi Kabupaten Gowa, untuk melihat langsung penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi di tujuh sekolah.

Ketua Tim Penilai Uji Petik Tony Setiawan di Gowa, Rabu, mengatakan, Kabupaten Gowa masuk menjadi salah satu daerah nominasi penerima penghargaan bersama 20 daerah lainnya di Indonesia.

"Yang masuk nominasi penerima anugerah Ki Hadjar 2019 ada 21 daerah di Indonesia. 10 kabupaten, 3 provinsi dan 8 kota yang menjadi nominatornya," ujarnya.

Tujuh sekolah yang dinilai masing-masing di dataran rendah yakni SMPN 1 Sungguminasa, SDN Pacci'nongang Unggulan, SMPN 3 Sungguminasa, dan SDN 3 Limbung Putri. Sementara di wilayah dataran tinggi sekolah yang menjadi objek penilaian yakni SMPN 2 Pattallassang, SDN Center Malino, dan SDN Lombassang.

Tony Setiawan mengatakan dari 33 nominasi atau daerah yang berhasil ke tahap presentasi, terpilih 21 daerah untuk masuk ke tahap penilaian uji petik. Kabupaten Gowa menjadi salah satu yang kemungkinan besar meraih penghargaan ini dan mewakili 10 kabupaten se-Indonesia.

Penilaian ini pun dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi sekolah yang ada di Kabupaten Gowa, khususnya pada aktualisasi penerapan TIK pada sistem belajar hingga sistem administrasi sekolah.

"Dengan apa yang kita dapatkan di lapangan secara nyata juga bisa membantu kami memberikan kebijakan dan masukan kepada pemerintah daerah agar bisa memanfaatkan sistem pengelolaan kependidikannya dengan lebih baik. Terutama dalam hal penerapan sistem TIK," terangnya.

Tony yang juga Kepala Balai Pustekkom Kemendikbud Semarang ini mengungkapkan, hal ini juga senada dengan apa yang didorong Bapak Menteri Pendidikan yang ingin menerapkan digitalisasi pada sektor pendidikan.

"Kita ingin inovasi yang diterapkan Pemkab Gowa di sektor pendidikan utamanya program digitalisasi di sekolah dapat dimanfaatkan secara maksimal. Kita tidak ingin apa yang telah ada tidak diterapkan dengan lebih baik," ujarnya.

Dirinya pun berharap, masuknya Pemkab Gowa sebagai nominasi Anugrah Ki Hadjar 2019 ini bisa semakin mendorong seluruh stakeholder, utamanya dinas pendidikan dalam menciptakan inovasi-inovasi di bidang TIK demi mendorong kemajuan kualitas pendidikan di daerahnya.

Adapun yang ditinjau tim penilai di SMPN 1 Sungguminasa yaitu terkait implementasi kelas multimedia yang dicanangkan, laboratorium IT, perangkat TIK yang diterapkan dan implementasi inovasi yang telah dihadirkan. Sementara, yang ditinjau di SDN Paccinongang Unggulan yakni penerapan alat TIK pada program Imtaq di kelas 1 dan 2, ruang edutainment yang telah menerapkan aplikasi cinema edutainment atau konten mata pelajaran berbasis digital.

Wakil Bupati Gowa Abd Rauf Malaganni saat menerima langsung rombongan tim penilai di rumah jabatannya berharap Kabupaten Gowa dapat meraih penghargaan ini.

"Semoga kedatangan tim penilai ini membawa keberkahan bagi daerah kita dan menjadi kado terindah pada perayaan Hari Jadi Gowa ke-699 tahun ini," singkatnya.

Adapun pemanfaatan teknologi yang dicanangkan pemerintah daerah hingga saat ini antara lain, program Iman dan Taqwa (Imtaq) untuk kelas 1 dan 2.

Kemudian program Sistem Kelas Tuntas Berkelanjutan (SKTB) yang mana dalam program ini Dinas Pendidikan telah menyiapkan modul digital, Inovasi Manajemen bagi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Impian) yang berupa database administrasi online untuk mendata para pengawas, guru, kepala sekolah dan staf.

Pada 2020 mendatang akan dirilis teknologi baru yakni Sistem Informasi Kehadiran Anak (Sika) yang diberi nama A-Kio yang mana orangtua dan guru dapat mengontrol bagaimana tingkat kehadiran dan keaktifan anak di masing-masing kelas dan sekolah.
 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar