Logo Header Antaranews Makassar

Unhas Siap Awasi UN

Selasa, 5 April 2011 04:15 WIB
Image Print

Makassar (ANTARA News) - Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar siap mengawasi pelaksanaan Ujian Nasional (UN) SMA/MAN/SMK yang berlangsung 18-21 April 2011.

Ujian SMA berlangsung empat hari dan SMK berlangsung tiga hari, kata Kepala Humas Unhas, Dahlan Abubakar di Makassar, Senin.

Tahun ini jumlah peserta UN di Sulsel sebanyak 64.180 orang, terdiri atas SMA 53.579 orang, MA 10.472 orang, dan SMK sekitar 30.000 orang.

Sementara sekolah yang siswanya mengikuti UN masing-masing 461 SMA, 300 MA, dan 295 SMK. Sedangkan penyelenggara terdiri atas 407 SMA, 75 MA, dan 223 SMK, total 705 sekolah penyelenggara.

Dalam pelaksanaan pengawasan ini, Unhas akan menyiapkan tenaga sebanyak sekolah penyelenggara, yakni 705 tenaga pengawas ditambah 25 orang yang ditetapkan sebagai koordinator di kabupaten/kota.

Unhas dalam pelaksanaan pengawasan ini akan dibantu tenaga pengawas dari Politeknik Negeri Ujungpandang, Politani Pangkep, dan UIN masing-masing menyertakan 50 orang tenaga pengawas, ujarnya.

Guna mempersiapkan pelaksanaan pengawasan, Panitia UN di Unhas 11 April 2011 akan mengadakan pertemuan dengan koordinator pengawas kabupaten/kota di Gedung Rektorat Unhas. Sosialisasi pelaksanaan pengawasan dilaksanakan di Baruga Andi Pangerang Petta Rani selama dua hari (12-13 April 2011).

Wakil Rektor I Unhas Prof Dr Dadang A. Suriamiharja yang memimpin rapat Panitia dan Tim Pengawas UN se-Sulsel di Kampus Unhas (4/4) mengharapkan kepada seluruh dosen yang telah menerima surat keputusan sebagai pengawas atau koordinator kabupaten/kota hadir dalam pertemuan tersebut.

"Ini dimaksudkan agar seluruh sistem pelaksanaan pengawasan UN mendatang lancar," kata Dahlan yang juga Humas Panitia Pengawasan UN Unhas.

Menurut Dia, panitia sedang memikirkan cara terbaik untuk mendistribusikan dan mengirim tenaga pengawas untuk daerah-daerah yang sangat terpencil, seperti di Seko, Rampi, Bastem Luwu Utara, Kalmas, Liukang Tangngayya, dan Tuppabiring Kabupaten Pangkep.

Khusus lokasi di Luwu Utara harus menggunakan kendaraan darat yang membutuhkan waktu berhari-hari. Sementara lokasi di Kabupaten Pangkep harus menggunakan kendaraan air. Bahkan ada yang harus berangkat naik pesawat ke Surabaya atau Nusa Tenggara Barat baru naik perahu motor menuju kecamatan terpencil Sulsel tersebut.(T.KR-HK/F003)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026