
Pertemuan Pengembang Mutiara-DPRD Makassar Tanpa Hasil

Dalam pertemuan di Ruang Banggar DPRD Makassar, sejumlah pertanyaan dilontarkan Anggota Komisi C Bidang Pembangunan di mentahkan Dinas Tata Ruang Makassar, sehingga pertemuan itu terkesan seremoni. Bahkan pihak pengembang Villa Mutiara, Along yang bertanggung jawab pun tidak hadir.
"Saya menilai itu ada kesalahan konstruksi dan tidak sesuai spesifikasi, tidak sesuai dengan beban timbunan sehingga pagar itu roboh menimpa warga, kami minta dokumennya ditunjukkan," tegas Anggota Komisi C, Mudzakkir Ali Djamil.
Senada, anggota lainnya, Mujiburrahman mengaku tinggi tembok lebih dari enam meter sementara timbunan dari tanah liat itu lebih tinggi dari pondasi yang ada sehingga diyakini tanah timbunan tersebut mendorong tembok sehingga roboh menimpa warga ketika hujan.
"Selain itu, izin amdalnya sudah ada apa belum, dan kami yakin akan memakan korban jiwa bila itu tidak dilakukan penataan dan pembongkaran," pintanya.
"Itu sama saja penggusuran, saya tidak setuju, warga di sekitar situ sudah puluhan tahun tinggal dan tidak pernah terjadi apa-apa, nanti setelah di bangun perumahan baru terjadi musibah," ungkapnya.
Kadis Tata Ruang Makassar Andi Oddang Wawo ditempat itu menjawab pernyataan dewan terkesan membela pengembang Villa Mutiara akibat robohnya tembok pembatas yang telah menelan korban jiwa sebanyak delapan orang.
Perwakilan Villa Mutiara, Ariduto saat pertemuan lebih banyak diam dan menyerahkan sepenuhnya kepada Dinas Tata Bangunan untuk menjawab pertanyaan dewan.
"Nantilah, saya tidak bisa menjawab pertanyaan dan hanya mengikuti rapat, semua hasil rapat akan kita laksanakan," katanya saat ditanya wartawan (T.PSO-282/S016)
Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
