
Pengamat : Kesehatan Gratis Masih Abaikan Layanan Dasar

Makassar (ANTARA News) - Pengamat dari Lembaga Studi Kebijakan Publik Makassar Salma Ruslan mengatakan, program kesehatan gratis yang digagas Pemprov Sulsel masih mengabaikan layanan dasar.
"Dua hal pokok yang merupakan hak dasar masyarakat yang perlu dipenuhi oleh pemerintah yakni ketersediaan air bersih dan sanitasi yang baik," kata Salma di Makassar, Senin.
Menurut dia, masih minimnya layanan dasar yang merupakan bagian dari bidang kesehatan, harus menjadi perhatian Gubernur Sulsel H Syahrul Yasin Limpo yang telah mengusung program layanan kesehatan dan pendidikan gratis.
Berdasakan data yang dilansir USAID-IUWASH diketahui, layanan air PDAM di Sulsel baru memenuhi sekitar 23 persen dari sekitar tujuh juta jiwa penduduk yang tersebar di 24 kabupaten/kota.
Selain itu, masih terdapat sekitar 40 persen masyarakat Sulsel yang Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan membuang limbah kotorannya ke tanah, akibat ketidakmampuan mengakses sarana sanitasi.
Menanggapi hal tersebut, Salma mengatakan, apabila kebijakan Pemprov hanya berfokus pada pelayanan kesehatan di rumah sakit, itu berarti hanya mengedepankan tindakan kuratif.
"Padahal yang harus didorong adalah tindakan preventifnya yang terkait dengan pelayanan air bersih dan sanitasi, sehingga tindakan kuratif dapat ditekan," ujarnya.
Berkaitan dengan hal tersebut, program pelayanan kesehatan gratis yang digagas Pemprov Sulsel dinilai belum berhasil jika mengabaikan langkah-langkah pendukungnya yakni memenuhi pelayanan hak dasar masyarakat.
(T.S036/I007)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
