Mamuju (ANTARA) - Sejumlah anggota DPRD Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) mengunjungi Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) untuk melihat secara langsung strategi pengelolaan sampah di wilayah itu.
Ketua DPRD Provinsi Sulbar, Amalia Fitri Aras di Mamuju, Sabtu, mengatakan sejumlah anggota DPRD Sulbar mengunjungi Sulteng untuk melihat langsung mesin pengelolaan sampah yang telah menggunakan teknologi mesin pirolisis atau daur ulang sampah yang hemat biaya.
Kunjungan DPRD Sulbar diterima Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulteng Yopie M Patiro.
Ketua DPRD Sulbar mengatakan, mesin pengelolaan sampah pirolisis yang dimiliki Sulteng tersebut telah mampu merubah sampah plastik menjadi sumber bahan bakar minyak (BBM).
"Mesin pengelola sampah tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat , karena mampu memanfaatkan BBM yang dihasilkan mesin tersebut, sebagai sumber ekonomi masyarakat," katanya.
Menurut dia, masyarakat yang dalam kategori tidak mampu ataupun masyarakat nelayan pesisir yang kesulitan BBM, dapat memanfaatkan BBM tersebut untuk berpenghasilan maupun untuk melaut meningkatkan pendapatannya.
Ia menyampaikan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sangat penting mengatasi permasalahan sampah, termasuk upaya pengurangan sampah melalui strategi pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, dan optimalisasi bank sampah.
"Juga dibutuhkan edukasi kepada masyarakat, dalam pengelolaan sampah, agar masyarakat terus mendukung upaya pemerintah dalam mengatasi masalah sampah," katanya.
Ia mengatakan, DPRD Sulbar akan meminta Pemprov Sulbar agar melakukan strategi penanganan sampah seperti di Sulteng dengan melakukan pengurangan sampai hingga 30 persen, dan meningkatkan pengelolaan sampai hingga 70 persen.
Ia berharap, Pemprov Sulbar dan Pemprov Sulteng dapat menjalin kerjasama dalam melakukan pengelolaan sampah dengan mendorong inovasi teknologi mesin dalam mengatasi permasalahan sampah secara bersama.