Makassar (ANTARA) - Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan (Sekda Sulsel) Jufri Rahman mengajak untuk memaksimalkan fungsi masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, melainkan juga bisa dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi dan edukasi.
Jufri Rahman dalam keterangannya di Makassar, Jumat (8/8), mengatakan keberadaan warkop di area pelataran Masjid Nurul Jihad Kompleks IDI Makassar diharapkan menjadi ruang produktif bagi masyarakat, khususnya generasi muda.
“Kalau bisa, warkop ini dilengkapi Wi-Fi sekaligus memperkenalkan bahwa mereka juga bisa melakukan aktivitas ekonomi. Ini akan menjadi ruang produktif, sekaligus ruang dakwah,” katanya saat meresmikan tempat tersebut.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Baznas Kota Makassar yang telah memanfaatkan area strategis masjid untuk kegiatan ekonomi umat.
Dengan dukungan konektivitas dan semangat kebersamaan, kata dia lagi, ruang itu dapat menjadi alternatif produktif sekaligus tempat tumbuhnya dakwah yang inklusif.
Lebih lanjut, Sekda Sulsel menekankan pentingnya amanah dalam mengelola usaha berbasis masjid. Ia mengungkapkan harapan agar Masjid Nurul Jihad bisa mengikuti jejak Masjid Jogokariyan di Yogyakarta, yang dikenal aktif membina umat lewat kemandirian ekonomi.
“Saya bermimpi, Masjid Nurul Jihad bisa seperti Masjid Jogokariyan. Mereka bisa membantu jamaahnya yang kurang mampu dari usaha yang berbasis masjid,” ujarnya lagi.
Dalam pandangannya, keberhasilan pengelolaan masjid tidak lepas dari keberadaan kekuatan tak kasat mata (invisible hand) yang muncul dari niat baik kolektif. Ia menyebut, setiap kebaikan akan memicu datangnya kebaikan lainnya.
Menurut dia, Warkop Z Coffee ini dirancang sebagai ruang terbuka untuk menyambut siapa saja. Melalui pendekatan inklusif ini, diharapkan pengunjung yang awalnya sekadar nongkrong bisa perlahan-lahan terhubung dengan nilai spiritual.
“Siapa pun boleh datang. Namanya juga kafe. Tapi kalau dia dengar azan, lama-lama dia akan malu kalau tidak ikut shalat. Di situlah tujuan dakwah,” katanya lagi.
Lebih dari itu, sebagian hasil dari usaha ini akan disalurkan untuk mendukung program pembinaan hafiz Al Quran. Dengan demikian, warkop ini tidak hanya menjadi sarana ekonomi, tetapi juga ladang amal jariah yang berkelanjutan.

