Makassar (ANTARA) - Pemprov Sulawesi Selatan mengoptimalkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat Makassar untuk merehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ).
Oleh karena itu, Pemprov Sulsel memindahkan sebanyak 130 pasien ODGJ dari Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sayang Rakyat.
"Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jiwa sekaligus menciptakan lingkungan perawatan yang lebih layak dan kondusif bagi pasien," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan Evi Mustikawati Arifin dalam keterangannya di Makassar, Kamis.
Ia mengatakan, pasien yang dipindahkan sebanyak 130 orang, terdiri atas 103 laki-laki dan 27 perempuan.
Seluruh proses pemindahan dilakukan secara gotong royong bersama jajaran rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulsel.
“Alhamdulillah, hari ini kita telah memindahkan pasien ODGJ sebanyak 130 orang ke Rumah Sakit Sayang Rakyat. Diharapkan di tempat ini pelayanannya jauh lebih baik karena gedung dan prasarannya relatif baru,” ujar Evi.
Ia menegaskan, Dinas Kesehatan Sulsel juga telah menyiapkan dukungan sumber daya manusia untuk memastikan pelayanan tetap optimal. Sebanyak 30 SDM disiagakan untuk membantu RSUD Sayang Rakyat dalam penanganan dan pelayanan pasien ODGJ.
“Kami dari Dinas Kesehatan sudah menyiapkan SDM untuk membantu Rumah Sakit Sayang Rakyat dalam penanganan pasien ODGJ ini,” kata Evi.
Dalam proses pemindahan tersebut, direktur rumah sakit milik Pemprov Sulsel turut hadir mendampingi pasien menuju lokasi perawatan yang baru. Evi berharap RSUD Sayang Rakyat dapat menjadi rumah baru yang lebih nyaman bagi para pasien.
Menjelang pasien memasuki gedung perawatan, Evi juga menyampaikan harapan agar suasana baru ini membawa semangat pemulihan yang lebih baik.
“Mari kita antar mereka masuk ke rumah baru mereka, suasana baru. Semoga tahun baru ini jauh lebih baik dari yang sebelumnya,” tuturnya.

