Makassar (ANTARA Sulsel) - Warga di Kawasan Utara Kota Makassar mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi pada jam-jam tertentu pada bulan Ramadhan ini terutama disaat akan melaksanakan shalat tarawih secara berjamaah.
"Ini bulan puasa dan kurang elok kalau kita terus-terusan menyalahkan PLN. Tetapi kenapa PLN tidak meningkatkan pelayanannya, apa lagi di bulan puasa seperti ini," ujar Ahmad salah seorang warga Jalan Sabutung Baru Makassar, Senin.
Dia mengatakan, pemadaman listrik terjadi disaat warga sedang khusyuk beribadah, apa lagi saat akan memasuki waktu shalat tarawih yang tidak diantisipasi sebelumnya oleh pihak masjid.
Pemadaman listrik yang terjadi ini dinilai mengganggu oleh jamaah Masjid Nurul Akbar karena selain membuat suasana ruangan masjid menjadi panas, penerangan seadanya digunakan tanpa bantuan alat seperti genset karena tidak diantisipasi sebelumnya.
Tidak diantisipasinya ini karena pihak masjid sudah mengetahui jika pihak PLN telah memberikan jaminan tidak akan ada pemadaman selama bulan Ramadhan apalagi disaat kebanyakan warga sedang menunaikan ibadah shalat tarawih.
"Kami hanya berharap kepada pihak PLN agar besok-besok tidak ada lagi pemadaman listrik. Yang jelas besok-besok juga kita sudah akan siaga," katanya.
Hal serupa diungkapkan Nayla yang mengaku kecewa dengan pemadaman itu. Dia mengungkapkan, pemadaman listrik sebelum memasuki bulan Ramadhan memang beberapa kali terjadi.
Namun karena seringnya pemadaman itu, dia pun sudah tidak heran lagi karena setiap kali selesai pemadaman tidak ada penjelasan secara rinci dari pihak PLN apa yang menjadi masalahnya tersebut.
"Sudah selalu padam dulu-dulunya sebelum masuk bulan puasa. Tidak ada juga penjelasannya. Jadi kita bawa santai saja," jelasnya.