LDII Sulsel luncurkan UMKM Center

id ldii sulsel, umkm center

Kadis Koperasi dan UMKM Sulsel Syamsu Alam Ibrahim (tengah) menghadiri pelantikan pengurus UMKM Center LDII Sulsel di Makassar, Selasa (12/4). (FOTO/Dokumentasi)

"Sesuai data statistik, jumlah UMKM di Sulsel terdapat 916.000 unit...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Selatan meluncurkan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Center sebagai bagian dari perkembangan dan pertumbuhan ekonomi di daerah ini.

"Sesuai data statistik, jumlah UMKM di Sulsel terdapat 916.000 unit. Sedangkan jumlah koperasi yang aktif sekitar 5.600 unit," ujar Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Sulsel Syamsu Alam Ibrahim saat membuka peluncuran lembaga tersebut di Makassar, Selasa.

Dalam peluncuran UMKM Center LDDI Sulsel di salah satu hotel Makassar, dia mengatakan peranan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah sangat besar terhadap perkembangan dan pertumbungan ekonomi di suatu daerah.

Untuk itu, lanjutnya, Kementerian Koperasi dan UKM telah mengeluarkan program untuk mengatasi berbagai persoalan UKM di berbagai daerah.

Menurutnya, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo telah mencanangkan penciptaan 20 wirausahawan baru tiap desa tiap tahun dimasukkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016.

Syamsu mengungkapkan pertumbuhan ekonomi Sulsel sebesar 7,16 persen. Angka tersebut diatas rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional yang hanya 4,8 persen.

"Setelah kami kaji, UMKM dan koperasi dapat memberikan kontribusi yang cukup besar bagi pertumbuhan ekonomi berbasis kerakyatan sehingga bisa menyerap tenaga kerja," katanya.

Selain itu hadirnya UMKM dan koperasi yang saat ini mulai genjar diyakini bisa menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, Kementerian Koperasi mengeluarkan program untuk mengatasi persoalan yang dihadapi pelaku UMKM.

Ketua LDII Sulsel Hidayat Nahwi Rasul mengemukakan UMKM Center yang LDII luncurkan adalah upaya strategis mengatasi persoalan para pelaku UKM.

"Ini kita lakukan dalam rangka meningkatkan kualitas dan kuantitas skill dan manajemen pelaku UMKM, terutama yang berada dalam lingkungan LDII," paparnya.

Kendati demikian, Nawri menguraikan, LDII sebagai civil society ikut berkontribusi dalam kehidupan ekonomi yang saat ini telah memasuki era Masyarakat Ekonomi ASEAN atau MEA.

"Center LDII Sulsel ini adalah sebuah lembaga yang menjadi badan konsultatif bagi pelaku usaha kecil yang ada di LDII Sulsel, sehingga kita memiliki ketahanan ekonomi dan survival yang tinggi," urainya.

Ia menjelaskan, melalui UMKM Center ini, diharapkan pelaku usaha mendapatkan pengetahuan tentang manajemen, kualitas produksi, teknologi kemasan, dan sumber pendanaan yang murah, dan pasar yang `sustainability`.

Sementara Ketua UMKM Center LDII Sulsel Sanusi Fattah menambahkan UMKM Center LDII diharapkan memfasilitasi pelatihan yang mendukung peningkatan skill pelaku usaha.

"Pelatihan perizinan, permodalan, teknologi produksi, pelatihan kemasan, dan pemasaran akan dilaksanakan," tambahnya.

Pada peluncuran UMKM Center LDII Sulsel juga dirangkaikan dengan pelatihan yang diikuti 60 pelaku usaha se-Sulsel.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar