Tari Pantai Losari dipentaskan di Armatim Surabaya

id hut jalasenastri, tari pantai losari, armatim surabaya

Tari Pantai Losari yang dipentaskan Pengurus Cabang VI Jalasenastri yang ikut dalam semarak HUT ke-70 Jalasenastri di gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Surabaya (FOTO/Dokumentasi)

"Tari Pantai Losari banyak yang tidak mengenalnya, makanya kita pentaskan tarian ini di Surabaya...
Makassar (ANTARA Sulsel) - Pengurus Cabang VI Jalasenastri yang ikut dalam semarak Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Jalasenastri di gedung Panti Tjahaya Armada (PTA) Surabaya, mementaskan salah satu tarian asal Sulawesi Selatan yakni tari Pantai Losari.

"Tari Pantai Losari banyak yang tidak mengenalnya, makanya kita pentaskan tarian ini di Surabaya dan banyak yang menyukainya," ujar Ketua Koordinator cabang (Korcab) VI Jalasenastri Ny Endang Yusup di Makassar, Kamis.

Pementasan tarian Pantai Losari merupakan inisiatifnya untuk memberi kejutan dan memeriahkan HUT ke-70 Jalasenastri sekaligus memperkenalkan tarian ini kepada para undangan yang datang dari berbagai provinsi di Wilayah Timur Indonesia.

Tarian Pantai Losari adalah tarian baru yang dikembangkan beberapa tahun terakhir ini dan umumnya penikmat atau pecinta seni menyukai tari pantai losari tersebut.

"Pantai Losari adalah ikon kota Makassar dan kalau ini sudah dikenal luas, bagus untuk kota Makassar. Intinya kita ingin mengenalkan tarian baru ini kepada Indonesia," katanya.

Sementara itu, Ketua Daerah Jalasenastri Armatim Ny Ina Darwanto dalam sambutannya menyampaikan terima kasihnya kepada semua pihak dalam hal ini Korcab Jalasenastri karena sudah memeriahkan HUT Jalasenastri.

Ia juga mengatakan, untuk mewujudkan kesejahteraan harus didukung adanya kebersamaan dan kepedulian yang kuat, untuk itu dirinya mengajak segenap anggota Jalasenastri agar selalu memupuk rasa kepedulian sosial.

hadir dalam acara ini Pangarmatim, Kas Armatim , Danguspurla, para Danlantamal jajaran Armatim/Danlanal, para Asisten Pangarmatim serta Para Ketua Korcab Jajaran Armatim.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar