Logo Header Antaranews Makassar

Wali Kota Makassar koordinasi bahas PLTSa

Senin, 7 November 2016 13:24 WIB
Image Print
Wali Kota Makssar Moh Ramdhan Pomanto (FOTO/Humas Pemkot Makassar)
"Rapat koordinasi kembali digelar hari ini dan rapatnya dilaksanakan di Ruang Seskab...

Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto kembali diundang ke Jakarta untuk menghadiri rapat koordinasi terkait dengan perkembangan percepatan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama enam kepala daerah lainnya.

"Rapat koordinasi kembali digelar hari ini dan rapatnya dilaksanakan di Ruang Seskab (Sekretariat Kabinet) bersama para wali kota dan gubernur lainnya," ujarnya di Makassar sebelum berangkat ke Jakarta, Senin.

Danny Pomanto sapaan akrab wali kota mengatakan, rapat koordinasi percepatan pembangunan itu dilakukan bersama Wali Kota Surabaya, Bandung, Semarang, Tangerang dan Solo.

Koordinasi pembangunan, kata dia, terus dilakukan karena pembangunannya sudah akan digelar termasuk kesiapan pemerintah daerah dalam penyiapan lahannya.

"Rapat kabinet terbatas bersama Presiden Jokowi untuk koordinasi PLTSa sudah sering dilakukan dan pembangunan PLTSa ini salah satu prioritas oleh pemerintah pusat," katanya.

Danny menyebutkan jika di Makassar, untuk kebutuhan PLTSa diperlukan lahan seluas 10 hektare (Ha) dari kebutuhan lahan yang ada. Sedangkan Pemkot Makassar sendiri telah membebaskan lahan seluas 2,5 Ha.

"Kita di Makassar itu butuh lahan sekitar 10 hektare dan sekarang sudah dibebaskan 2,5 hektarenya. Selanjutnya akan dilakukan bertahap lagi," jelasnya.

Ia mengaku, sejak digulirkannya wacana pembangunan PLTSa pada akhir tahun lalu, hingga kini 58 investor dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Jerman, Korea, Polandia, dan Cina telah mengajukan proposal dan melakukan pemaparan secara transparan sebagai bahan pertimbangan untuk ikut tender di Makassar.

Pada Oktober tahun ini, lanjut Danny, Pemkot Makassar akan menggelar tender investasi bagi pembangunan PLTSa dan di bulan Desember telah ada pemenang tender yang dapat segera melakukan survei lokasi.

"Teknologi yang ditawarkan tiap investor berbeda-beda. Jadinya kita membuka tender investasi dan nanti dilihat siapa pemenangnya," jelas Danny.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026