Logo Header Antaranews Makassar

Mahasiswa FT UNM Juara Yelp-BINS 2017

Senin, 13 Maret 2017 20:43 WIB
Image Print

Makassar (Antara Sulsel)- Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Negeri Makassar (FT UNM) Muhammad Romario Basirung memenangkan kategori "The Best Innovation" pada ajang Youth Economic Leadership Program (YELP) yang diselenggarakan Bank Indonesia Institute (BINS) di Bogor, Jawa Barat, 7-9 Maret 2017.

Muhammad Romario di Makassar, Senin, menyatakan karyanya tersebut berkat Project "e-APBDes" yang memberikan kemudahan bagi pengelolaan Dana Desa.

"Inovasi ini ditawarkan mengingat belum adanya sistem yang mengelola Transparansi Dana Desa. Kalau di Jakarta kan sudah ada e-budgetting, dan itu harus diakses online. Kalau e-APBDes ini dapat menyalurkan informasi melalui sms gateway dan pengumuman melalui media offline yang memadai di Desa,"katanya.

Project "e-APBDes" menyingkirkan 39 Project lainnya yang dipresentasikan oleh perwakilan kampus ternama di tanah air seperti ITB, UB, ITS, IPB, Universitas Airlangga, UGM, dan UI dalam mendapatkan "The Best Innovation".

Ajang YELP-BINS digelar untuk mempersiapkan generasi muda terbaik bangsa Indonesia, mengingat era persaingan bebas yang telah berlangsung saat ini, serta demi mengoptimalkan daya saing kompetitif ekonomi.

Dengan adanya bonus demografi, BINS ingin berperan dalam menyiapkan pemimpin ekonomi masa depan yang berkualitas.

Kegiatan telah menyeleksi 1.053 Project Inovasi dalam empat Kategori (Fin Tech/Digitalisasi, Kesehatan, Pendidikan, dan Ketahanan Pangan) dari seluruh mahasiswa se-Indonesia. Tahap Kedua diseleksi menjadi 200 Project Inovasi dan akhirnya dipilih 40 Project Inovasi yang diundang untuk mengikuti pelatihan, presentasi rencana implementasi project, dan Wisuda 40 YELP-BINS Angkatan 1 tahun 2017.

Selanjutnya, kata dia, project ini akan berdampak pada keterlibatan masyarakat dalam penggunaan dana desa.

"Kalau pemerintah desanya transparan, maka masyarakatnya pun akan antusias terlibat dalam pengelolaan dana desa, dan perangkat desa juga akan dengan terbuka pada masuka masyarakat mengenai prioritas penggunaan anggaran di desa tersebut," katanya.

Projet ini akan dimulai pada bulan Juli tahun 2017 di Desa Parekaju, Kecamatan Ponrang, Kabupaten Luwu sebagai Pilot Project Nasional.Mario sendiri sangat antusias untuk merealisasikan project ini, mengingat project ini sangat disupport oleh pihak Bank Indonesia.

"Saya sangat antusias dan akan segera membentuk tim unutk merealisasikannya, kan didukung oleh Bank Indonesia," tutupnya.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026