Makassar (Antara Sulsel) - Peluncuran awal atau "soft launching" jalur kereta api Trans Sulawesi tahap pertama yang direncanakan berlangsung pada 19-20 Oktober 2017 akan menggunakan kereta yang didatangkan dari Aceh.
"Kemungkinan yang bisa diambil kereta api yang mempunyai lebar sepur 1.435 mili meter hanya di Aceh," kata Pejabat Pembuat Komitmen Perkeretaapian Trans Sulawesi Henry Hidayat, usai melakukan pertemuan dengan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Rabu.
Henry menjelaskan kereta inspeksi yang harusnya digunakan untuk Sulsel baru selesai pada Desember mendatang.
Sementara kata dia, gubernur meminta agar peluncuran awal proyek tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum hari ulang tahun (HUT) Sulsel pada 19 Oktober 2017, atau dua bulan lebih awal dari jadwal penyelesaian kereta tersebut.
"Hari ini kami akan meminjam dulu dari Aceh, kita datangkan keretanya," ucapnya.
Alokasi anggaran untuk mendatangkan kereta api tersebut, kata dia, adalah milik Direktorat Sarana di Pemerintah Pusat.
"Posisinya kereta tersebut sekarang ada di Lhoksumaw dan, sebelum 12 oktober 2017 sudah sampai di Pelabuhan Garongkong," ucapnya.
Rencananya kata dia, pada peluncuran awal tersebut, satu kereta akan ditarik satu lokomotif.
"Interiornya seperti kereta wisata, ada ruang rapatnya," tambahnya.
Meski dalam waktu singkat, ia optimistis kereta untuk peluncuran awal tersebut bisa didatangkan.
"Harus jadi ini sesuai perintah pak Gubernur," tegasnya.
Sementara itu, Gubernur Syahrul mengatakan kereta api Trans Sulawesi ini bukan proyek, tetapi adalah peradaban dan kebutuhan bangsa hari ini dan besok.
"Karena itu Henry bukan lagi orang Jawa yang datang di sini. Dia adalah orang Sulsel yang harus membuktikan ada sesuatu yang akan kita buat," ucapnya.
Pihakny kata Syahrul, hanya ingin menunjukkan bahwa proyek triliunan rupiah tersebut memang berjalan.
"Kasih lihat sedikit walaupun hanya 20 kilometer," pungkas Syahrul.

