Makassar (ANTARA Sulsel) - Sejumlah pedagang kaki lima (PKL) dan Satuan Polisi (Satpol) Pamong Praja (PP) Makassar nyaris bentrok saat para PKL menolak dipindahkan (relokasi) dari Pasar Terong, Makassar, dengan menggunakan kendaraan alat berat (eksavator).
Berdasarkan pantauan, di Pasar Terong Makassar, Senin, sekitar 300 PKL yang menjual dibahu jalanan menolak dipindahkan ke lantai satu dan basement yang telah disiapkan dengan menggunakan kendaraan alat berat sehingga para pedagang melakukan perlawanan.
"Kami akan pindah ke dalam tapi tolong perlakukan kami dengan manusiawi. Memangnya kami ini apa mau dipindahkaan dengan menggunakan eksavator," teriak salah seorang pedagang.
Perlawanan pedagang akhirnya terhenti setelah petugas dan pelaksana teknis (PLT) Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya Djamaluddin Yunus melakukan dialog dengan paara PKL.
Dikatakannya, relokasi Pasar Terong Makassar ini sudah ada kesepakatan antara PD Pasar Makassar Raya dengan PKL karena sehingga tidak ada alasan para pedagang untuk menolak pemindahan tersebut.
"Kita sudah membahasnya bersama para PKL dan mereka setuju untuk dipindahkan karena sebagian bahu jalan tertutupi dengan banyaknya PKL yang berjualan di depan pasar," katanya.
Ia juga menambahkan, akan terus menempatkan anggota dari Satpol PP, satpam, dan polisi untuk mengantisipasi para pedagang yang akan berjualan kembali disekitar bahu jalan.
"Kita sudah bijaksanai mereka tapi kalau kebijaksanaan itu tidak diindahkan maka pasti kita akan menindaknya. Karena kita juga punya batas kewajaran makanya kita tempatkan beberapa petugas di sekitar pasar terong ini," ujarnya.
Jumlah anggota yang diterjungkan dalam relokasi pasar terong tersebuit lebih dari 400 personel yang meliputi, polisi sebanyak 150 orang, Satpol PP 150 beserta petugas dari PD Pasar Makassar raya dan satpam.
Sebelumnya, ia mengklaim seluruh PKL yang selama ini berdagang di kawasan tersebut sudah sepakat untuk menempati lapak dan hamparan yang tersebar di basement, lantai satu, maupun bagian utara bangunan induk Pasar Terong.
"Tahapannya sudah berjalan. Sosialisasi sudah rampung dan hari ini (Kamis, red) sudah dilakukan pembagian nomor dan mencocokkan dengan nomor lapak yang dimiliki di dalam pasar," katanya.
Jamaluddin yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Umum PD Pasar tersebut juga menjamin untuk menempati hamparan di dalam pasar pihaknya tidak memungut sepeser pun biaya kepada pedagang lama.
PD Pasar menyediakan sekitar 500 lapak baru berupa meja seukuran 1x2 meter bagi PKL. Ia berharap dengan pemindahan tersebut arus lalu lintas di akses jalan yang menghubungkan Jalan Bawakaraeng dan Jalan Masjid Raya tersebut sudah kembali lancar.
Termasuk pembenahan selokan yang selama ini tertutup lapak dagangan dan menyebabkan banjir di basement Pasar Terong.
Sebelumnya, Wakil Walikota Makassar, Supomo Guntur mengatakan, kebebasan pedagang menggelar jualannya di luar areal pasar, terutama bahu jalan sering menimbulkan kemacetan arus lalu lintas dan menimbulkan kesemrawutan pasar
Selain itu, pembeli banyak yang enggan memasuki areal pasar berlantai tiga tersebut. Pembeli banyak yang membeli barang pada pedagang kaki lima yang menggelar dagangannya di emperan jalan dan toko.
"Semua pedagang yang berjualan dibahu-bahu jalan dan di luar areal pasar akan dipindahkan. Pasar akan ditata ulang agar tidak semrawut," tegasnya.
(T.PK-MH/B012)

