DP2 Makassar kerahkan dokter pantau hewan kurban

id Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar,dokter hewan,hewan kurban,idul adha,Abdul Rahman Bando

Foto dokumentasi. Petugas Kesehatan memeriksa mulut dan gigi hewan kurban di lapangan samping Masjid Al Markaz Al Islami, Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (25/8). ANTARA FOTO/Darwin Fatir/17

Makassar (Antaranews Sulsel) - Dinas Perikanan dan Pertanian Makassar mengerahkan tim dokter hewan untuk melakukan pemeriksaan terhadap binatang ternak yang akan disembelih pada Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriyah.

"Kita sudah merapatkannya termasuk pelibatan dokter hewan dari kampus. Nanti semua tim akan turun untuk memeriksa hewan kurban yang akan disembelih," ujar Kepala DP2 Makassar, Abdul Rahman Bando di Makassar, Rabu.

Ia mengatakan pengerahan dokter hewan untuk memeriksa ternak sapi dan kambing serta unggas lainnya adalah bagian dari pelayanan yang dilakukan dari dinasnya.

Rahman mengaku, pemeriksaan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat khususnya dalam menjaga mutu dan kualitas serta kesehatan hewan.

"Standar itu yah aman, sehat, utuh dan halal. Semuanya harus aman, sehat agar masyarakat bisa mengonsumsi dagingnya tanpa harus khawatir ada penyakitnya," katanya.

Ia menyebutkan pemeriksaan selama ini cukup rutin dilakukan, namun momentum Idul Adha dipastikan adanya serbuan ternak sapi yang masuk dan semuanya ini harus dipastikan standarnya.

Dia menyatakan pada H-7 Idul Adha nanti pihaknya akan turun menyebar untuk melakukan pemeriksaan hewan kurban dan semua ternak yang telah diperiksa akan diberikan tanda.

"Semua tim kesehatan hewan kami akan turun dan kami juga nantinya akan dibantu dari tim kedokteran hewan Unhas agar semuanya bisa diperiksa," jelasnya.

Menurut dia pemeriksaan yang dilakukannya adalah bagian dari langkah antisipasi jika terdapat hewan ternak, baik sapi maupun kambing yang terjangkit penyakit.

"Kami akan pantau terus. Makanya kami gelar sosialisasi dulu bagi panitia penyelenggara kurban tentang bagaimana merawat hewan ternak agar terhindar dari penyakit dan bagaimana perlakuan kalau terjangkit penyakit," katanya.
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar