Tim Kesmavet Makassar periksa 1.024 sapi kurban

id kesmavet

Foto dokumentasi. Petugas Dinas Kelautan Perikakan Pertanian dan Peternakan Kota Makassar memasang label kesehatan pada sapi kurban di Makassar, Sulsel, beberapa waktu lalu. ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang

Makassar (Antaranews Sulsel) - Tim Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Dinas Perikanan dan Pertanian (DP2) Makassar, telah memeriksa 1.024 ekor hewan kurban yang akan disembelih pada Idul Adha 2018.

"Ini adalah hari kedua kami mulai turun menyebar melakukan pemeriksaan hewan kurban dan data per satu hari pemeriksaan itu sebanyak 1.024 ekor sapi yang telah dinyatakan selesai pemeriksaan," ujar Kepala Seksi Kemavet DP2 Makassar, Bagoes Dwi Farmanto di Makassar, Kamis.

Ia mengatakan, pemeriksaan hewan kurban, khususnya sapi dan kambing yang akan disembelih oleh masyarakat harus lulus pengujian secara kesehatan serta syariat Islam sebelum disembelih.

Hasil pemeriksaan di hari pertama, pihaknya tidak menemukan adanya sapi maupun kambing yang dijajakan baik di pinggir jalan maupun di tempat-tempat tertentu itu mengidap penyakit berbahaya.

Bagoes mengaku, akan memeriksa secara menyeluruh hewan kurban yang ada di Makassar untuk memastikan keamanannya agar masyarakat yang mengonsumsinya terhindar dari sebaran virus penyakit yang diderita oleh sapi maupun kambing tersebut.

"Kalau per hari kemarin (15/8) itu, hasilnya negatif. Tidak ada sapi maupun kambing yang memiliki penyakit berbahaya seperti antraks pada sapi. Semuanya aman dan hewan yang sudah diperiksa akan diberikan sertifikat dari kami," katanya.

Sebelumnya, Kepala DP2 Makassar, Abdul Rahman Bando mengaku pemeriksaan dilakukan untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam menjaga mutu dan kualitas serta kesehatan hewan. "Standar itu yah aman, sehat, utuh dan halal. Semuanya harus aman, sehat agar masyarakat bisa mengonsumsi dagingnya tanpa harus khawatir ada penyakitnya," katanya.

Ia menyebutkan, pemeriksaan yang rutin dilakukannya itu adalah salah satu upaya dalam mengantisipasi dan menangkal adanya penyebaran penyakit maupun virus pada hewan ternak.

Sebab, menurut dia, tingkat konsumsi daging di Makassar cukup tinggi, apalagi di sekitar Rumah Potong Hewan (RPH) Antang, Manggala cukup banyak warga yang beternak unggas maupun sapi. "Ini adalah langkah antisipasi saja, memeriksa kesehatan hewan ternak warga secara berkala. Sapi-sapi yang masuk ke RPH juga rutin diperiksa," terangnya.

Selain itu, Rahman mengaku jika pemeriksaan terbagi dua tahap. Pemeriksaan antemortem (fisik hewan) dan pemeriksaan bagian dalam setelah pemotongan (post morthem) khusus setelah penyembelihan di RPH Makassar.
 
Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar