Caleg difabel bertarung pada pemilu di Sulsel

id bambang permadi,ketua persatuan penyandang disabilitas sulsel,caleg difabel

Ilustrasi - layanan khusus bagi penyandang disabilitas (ANTARA FOTO)

Sudah ada langkah maju bagi penyandang disabilitas di Sulsel untuk pemilu yang akan datang meskipun calonnya masih laki-laki semua atau belum ada perempuan
Makassar (Antaranews Sulsel) - Ketua Persatuan Penyandang Disabilitas Sulawesi Selatan Bambang Permadi mengatakan di antara calon anggota legislatif yang bertarung pada Pemilu 2019, terdapat penyandang disabilitas.

"Sudah ada langkah maju bagi penyandang disabilitas di Sulsel untuk pemilu yang akan datang meskipun calonnya masih laki-laki semua atau belum ada perempuan," kata Bambang Permadi di Makassar, Rabu.

Menurut dia, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas dan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum juga memberikan menjamin hak-hak kaum difabel.

Ia menegaskan bahwa sudah terbuka peluang bagi kaum difabel untuk memiliki hak politik yang sama.

Sudah ada calon di Sulsel yang akan ikut kontestan pada Pemilu 2019, yakni calon dari Kabupaten Pinrang, Bone, Selayar, dan Kota Makassar.

Hal itu, kata dia, berbeda jauh dengan pemilu sebelumnya. Khusus caleg asal Makassar dan Pinrang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), sedangkan di Kabupaten Bone dari PDIP dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Berikutnya, caleg di Kabupaten Selayar dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS)

Sementara itu, Project Officer Lembaga Studi Kebijakan Publik (LSKP) Salma Tadjang mengatakan bahwa pihaknya dalam memberikan sosialisasi terkait dengan "voter education" dan hak politik di lapangan terus mendorong pihak perempuan untuk juga menggunakan hak politiknya.

"Apalagi, keterwakilan perempuan untuk memenuhi kuota 30 persen pada masing-masing pengusulan caleg di tingkat partai sudah ada," katanya.

Berkaitan dengan hal tersebut, peluang itu harus dapat dimanfaatkan oleh perempuan, termasuk yang berkebutuhan khusus atau difabel.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar