Dinkes Makassar minta warga antisipasi DBD

id Dinas kesehatan, DBD, Makassar

FOGGING CEGAH DEMAM BERDARAH Petugas Dinas Kesehatan Kota Makassar menyemprotkan asap Fogging di Kompleks Nikel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (13/11). Kegiatan pengasapan atau fogging tersebut untuk pencegahan serta mematikan perkembangan nyamuk Aedes aegypti pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah yang mulai teridentifikasi di sejumlah pemukiman warga memasuki musim penghujan. ANTARA FOTO/Darwin Fatir/18. (ANTARA FOTO/DARWIN FATIR) (ANTARA FOTO/DARWIN FATIR/)

Makassar (Antaranews Sulsel)- Dinas Kesehatan Kota Makassar, Sulawesi Selatan meminta warga untuk terus mewaspadai penyebaran virus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di saat puncak musim hujan tahun ini.

"Dengan empat M yakni Menguras, Menutup tempat penampungan air dan mendaur ulang sampah disertai memantau jentik di lingkungan sekitar bisa mengantisipasi berkembang biaknya nyamuk aedes agepty yang membawa penyakit DBD," tutur Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Makassar, Andi Mariani di Makassar, Selasa.

Selain itu langkah antisipatif lainnya, memakai kelambu, menghindari menggantung pakaian, memelihara ikan pemakan jentik, menanam bunga yang tidak disukai nyamuk serta sejumlah cara lain mengusir nyamuk.

Dia juga meyebutkan data saat diskusi bulanan di selenggarakan Humas Pemkot Makassar, selama tahun 2018 kasus DBD tercatat sebanyak 256 kasus. Angka ini meningkat dua kali lipat di tahun 2017 sebanyak 135 kasus.

Sedangkan awal tahun 2019 atau per tanggal 31 Januari, kasus DBD di Kota Makassar tercatat 21 orang warga dinyatakan positif terjangkit DBD. Sedangkan suspek atau terduga terdapat ada 77 kasus. 

Menurutnya, kegiatan fogging atau pengasapan hanya dilakukan apabila ditemukan warga dinyatakan positif terjangkit DBD. Meski di fogging ?hanya membunuh nyamuk dewasa saja sementara jentiknya tidak mati.

"Biasanya, masyarakat minta fogging untuk jaga-jaga karena kita utamakan yang memang yang ada positif," tambah Mariani.

Sebelumnya, Pemkot Makassar, melalui Dinkes terus menggencarkan fogging atau pengasapan untuk menekan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang pada Januari 2019 mencapai 21 orang penderita dan 77 orang suspek.

Pemusatan pelaksanaan fogging dipilih adalah Kelurahan Kampung Buyang, Kecamatan Mariso, Makassar, Senin yang dihadiri Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto. Kegiatan ini sebagai upaya pencegahan DBD yang marak dijumpai di musim penghujan.

Fogging tersebut dipusatkan di RW 04 Kelurahan Kampung Buyang, Mariso yang disambut antusias oleh warga setampat. Kegiatan ini merupakan pelaksanaan pencanangan fogging serentak dalam Wilayah Kota Makassar.

Meskipun masih dalam status aman, Wali Kota tetap mengimbau kepada warga dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama pemerintah berperan aktif dalam mencegah penyebaran nyamuk Aedes Aegypti di lingkungan masing-masing.

Danny Pomanto menuturkan antisipasi DBD ini tidak hanya dilakukan oleh Pemerintah Kota Makassar melalui Dinkes Makassar tetapi seluruh warga Kota Makassae harus terlibat langsung. 

Menurut Danny, adapun Salah satu upaya warga untuk mengatasi DBD tersebut, dengan memberantas sarang nyamuk dengan menebarkan bubuk abate agar jentik nyamuk mati.

"Saya sudah menghimbau dan meminta seluruh masyarakat bila melihat genangan-genangan air di rumah maupun lingkungan sekitar agar menaburkan bubuk abate yang telah disiapkan pada setiap Puskesmas gratis. mengubur kaleng atau wadah tampungan air, ciptakan lingkungan bersih," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar