Bulog-Polda Sulbar gelar penetrasi pasar peringati HUT Bhayangkara ke-73

id bulog mamuju-polda suldar,pasar murah,hut bhayangkara e-73

Kapolda Sulbar Brgjen Polisi Baharudin Djafar bersama Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju Muhammad Yatsir (dua dari kanan) saat mengecek pelaksanaan penetrasi pasar atau pasar murah dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73 tahun 2019. (HO/Antaranews/Humas Perum Bulog Subdivre Mamuju/Amirullah)

Mamuju (ANTARA) - Perum Bulog Subdivre Mamuju bersama Polda Sulawesi Barat menggelar penetrasi pasar atau pasar murah dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73 tahun 2019.

Kepala Perum Bulog Subdivre Mamuju Muhammad Yatsir, Senin mengatakan, penetrasi pasar yang digelar bersama Polda Sulbar, selain sebagai ungkapan rasa terima kasih Polri kepada masyarakat juga dalam rangka menjaga stabilitas harga dan stok pangan pascaIdul Fitri.

"Penetrasi pasar itu dilaksanakan di Pasar Lama Mamuju sebagai ungkapan terima kasih Polri dalam hal ini Polda Sulbar dalam rangka HUT Bhayangkara ke-73. Juga sebagai upaya menjaga stabilitas harga setelah Idul Fitri," terang Muhammad Yatsir.

Pada penetrasi pasar itu lanjut Yatsir, Perum Bulog Subdivre Mamuju menyiapkan beras medium dan premium, gula pasir kemasan dan curah, tepung terigu, minyak goreng, bawang putih serta daging kerbau.

Ia menyatakan, beras premium pada penetrasi pasar itu dijual Rp47.500 per lima kilogram, beras medium dijual Rp85.000 per 10 kilogram atau Rp8.500/per kilogram, gula kemasan dijual Rp11.500 per kilogram dan gula polos atau curah Rp11.000 per kilogram.

Sedangkan lanjutnya, minyak goreng dijual Rp11.000 per liter, tepung terigu Rp8.500/kilogram, daging kerbau Rp75.000 per kilogram serta bawang putih dijual Rp16.000 per setengah kilogram.

Ia menyatakan, berbagai kebutuhan pokok yang dijual pada penetrasi pasar itu diserbu ratusan warga.

"Jadi, semuanya kami jual jauh di bawah harga pasaran, khususnya daging kerbau. Kalau biasanya, daging sapi saja yang dijual di pasaran harganya mencapai Rp110.000/kilogram tetapi kami menjual daging kerbau jauh lebih murah dibanding harga daging sapi," kata Yatsir.

Perum Bulog Subdivre Mamuju kata dia, menjamin stok pangan di daerah itu aman pascaIdul Fitri.

Ia menyatakan, stok beras yang ada di gudang Bulog saat ini mencapai 700 ton sementara tepung terigu berkisar tiga ton.

"Stok pangan di Sulbar, aman dan terkendali. Saat ini stok beras kami mencapai 700 ton dan tepung terigu sebanyak tiga ton. Sementara yang lainnya juga tetap tersedia. jadi, kami pastikan stok tersedia hingga tiga bulan ke depan," terang Yatsir.
Ratusan masyarakat menyerbu kebutuhan pokok yang dijual pada pelaksanaan penetrasi pasar atau pasar murah dalam rangka memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73 tahun 2019. (HO/Antaranews/Humas Perum Bulog Subdivre Mamuju)
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar