Majene, Sulbar (ANTARA News)- Para petani di Kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) mulai mengeluhkan ternak-ternak liar pengganggu tanaman jangka pendek yang ada di wilayah itu.
Hadasang, (55 thn) di Majene, Selasa, mengatakan, kehadiran ternak liar seperti Sapi dan Kambing menyebabkan sebagian besar tanaman jangka pendek seperti ubi kayu, ubi jalar, kacang dan jagung tak dapat tumbuh dengan baik.
"Sebenarnya peraturan daerah (Perda) ternak yang dikeluarkan oleh pemerintah bersama DPRD Majene sudah ada, namun peraturan tersebut diabaikan oleh sebagian besar peternak di daerah ini," ungkapnya.
Tidak maksimalnya perda tersebut, kata dia, akibat kurangnya sosialisasi yang dilakukan pemerintah khususnya perangkat desa dan kecamatan terhadap peternak yang ada di desa-desa.
Ia menuturkan, peran serta perangkat desa sangat dibutuhkan untuk tetap gencar melakukan sosialisasi tentang perda tersebut, sehingga para peternak dapat mengkandangkan agar tidak berkeliaran yang dapat memicu konflik antara petani dan peternak.
"Persoalan ternak liar ini tidak boleh dianggap sebelah mata karena muaranya dapat menimbulkan pertentangan di masyarakat, bahkan berpotensi menimbulkan konflik diantara dua belah pihak yakni petani dan peternak itu sendiri," ujarnya.
Dia mengatakan, banyaknya ternak liar pengganngu tanaman jangka pendek itu jelas menimbulkan kerugian oleh petani karena hasil pertanian yang diharapkan dapat menunjang penghasilan petani ternyata mimpi belaka karena dirusak oleh ternak-ternak pengganggu tanaman itu sendiri.
"Kami berharap, pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi persoalan ini sebelum menimbulkan permasalah yang dapat memicu pertentangan diantara petani dan peternak," pintanya.
Hal tersebut juga dikatakan oleh Zainunding, salah satu petani di kelurahan Mosso, Kecamatan Sendana sekitar 30 kilometer dari kota Majene.
"Banyaknya ternak liar seperti sapi dan kambing kini menjadi pertentangan di tengah masyarakat, sehingga diharapkan pemerintah segera turun tangan untuk meluruskan persoalan itu," ungkapnya.
Ia menjelaskan, beberapa pekan lalu, tanaman miliknya seperti jagung yang siap panen terpaksa mati akibat diganggu oleh ternak liar.
"Sekitar ratusan tanaman jagung yang siap panen habis dimakan ternak liar sapi sehingga kondisi itu membuat kami menjadi merugi," tandasnya. (T.KR-ACO/S006)

