Wagub Sulbar akan hadiri tari kolosal narapidana

id kanwil kemenkum ham sulbar,tari kolosal

Wagub Sulbar akan hadiri tari kolosal narapidana

Para warga binaan dan petugas Rutan Mamuju melakukan latihan dalam menghadapi pemecahan rekor MURI tarian kolosal bertajuk 'Indonesia Bekerja Indonesia Jaya' yang akan dilaksanakan serentak di seluruh Lapas dan Rutan di seluruh Indonesia besok (Kamis). (Foto Humas Kemenkum HAM Sulbar)

Pementasan di Rutan Mamuju besok (Kamis) dijadwalkan akan dihadiri oleh Wagub Sulbar Enny Anggraeni Anwar beserta para kepala OPD perempuan
Mamuju (ANTARA) - Ribuan warga binaan dan tahanan di seluruh Indonesia akan  memcahkanMuseum Rekor Indonesia (MURI) melalui tarian kolosal bertajuk 'Indonesia Bekerja Indonesia Jaya' yang akan digelar di seluruh Lapas dan Rutan dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Kamis (15/8).

"Di Sulawesi Barat kegiatan yang sama akan digelar di Rutan Majene, Lapas Polewali, Rutan Pasangkayu, cabang Rutan Polewali di Mamasa," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Sulbar Anwar, Rabu.

Untuk warga binaan Rutan Mamuju, Lapas Perempuan dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Mamuju lanjut Anwar, pementasan akan dipusatkan di Rutan Mamuju.

"Para pegawai dan warga binaan hari ini sudah melakukan persiapan dan latihan secara intensif dalam menghadapi pemecahan rekor MURI besok," ujar Anwar.

Sementara, Kepala Rutan Mamuju Abd Rachman mengatakan bahwa jumlah pegawai dan warga binaan di tiga UPT di Mamuju yang memandu tari kolosal  itu sebanyak 103 orang dan diikuti seluruh warga binaan dan petugas pemasyarakatan di Mamuju

Kepala Kanwil Kemenkum HAM Sulbar Harun Sulianto mengatakan, kegiatan pemecahan rekor MURI melalui tari kolosal yang akan dilaksanakan di Rutan Mamuju itu, rencananya akan dihadiriWakil Gubernur Sulbar Enny Anggraeni Anwar.

"Pementasan di Rutan Mamuju besok (Kamis) dijadwalkan akan dihadiri oleh Wagub Sulbar Enny Anggraeni Anwar beserta para kepala OPD perempuan," kata Harun.

Tujuan dilaksanakannya kegiatan itu lanjut Harun adalah meningkatkan rasa nasionalisme (cinta tanah air) dan patriotisme (pantang menyerah, berani berkorban untuk bangsa dan negara), memupuk rasa persatuan dan kesatuan serta bentuk nyata dari pembinaan kepribadian.

"Walaupun mereka menjalani pidana tetapi masih tetap berekspresi dan berkarya. Walaupun tempat terbatas tapi kreativitas tanpa batas," ujar Harun.

 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar