Kupang (ANTARA News) - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla dilaporkan akan mengunjungi Taman Nasional Komodo (TNK) di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Selasa (4/10) untuk melihat dari dekat binatang langka Komodo itu.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Abraham Klakik, yang dikonfirmasi di Kupang, Senin, membenarkan rencana kunjungan Jusuf Kalla ke Taman Nasional Komodo.
Kunjungan Jusuf Kalla itu setelah Komunitas Penggalangan Pemenangan Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia yang baru (The New Seven Wonders) mendaulat mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla itu sebagai Duta Besar Pulau Komodo pekan lalu.
Hanya saja, dia belum mengetahui persis jadwal Jusuf Kalla selama berada di Labuan Bajo, Manggarai Timur, selain mengunjungi Taman Nasional Komodo.
"Saya baru saja diminta oleh Gubernur NTT Frans Lebu Raya untuk berangkat ke Labuan Bajo hari ini (Senin) juga karena ada kunjungan mantan Wapres Jusuf Kalla ke Komodo pada Selasa (4/10)," katanya.
Menurut dia, kunjungan Jusuf Kalla itu tidak disampaikan secara resmi ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTT karena kemungkinan disponsori oleh Komunitas Penggalangan Pemenangan Komodo sebagai tujuh keajaiban dunia yang baru (The New Seven Wonders).
Jusuf Kalla dalam keterangan terpisah mengatakan, dirinya diminta untuk menjadi Duta Besar Pulau Komodo, Jumat lalu. Politisi yang kini menjadi Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) itu langsung menyatakan kesediaannya.
"Jika Pulau Komodo masuk tujuh keajaiban dunia, itu promosi luar biasa yang bisa memajukan pariwisata di pulau tersebut dan akhirnya memakmurkan ekonomi masyarakat. Berapa banyak peningkatan jumlah turis yang akan datang. Itu akan memberi citra positif bagi bangsa Indonesia sekaligus memajukan pariwisata kita," kata Kalla.
Kalla menjelaskan, saat ini ada 28 finalis dari seluruh dunia yang masuk dalam The Seven Wonders. Salah satunya Pulau Komodo. Penilaian pemenang berdasarkan jumlah dukungan lewat pesan pendek (SMS) terbanyak yang dikirimkan lewat nomor 9818.
"Untuk bisa menang, kami menargetkan bisa mengumpulkan 100 juta dukungan SMS. Waktu pengumpulannya tinggal 39 hari lagi," katanya.
Menurut Kalla, perhitungan sementara, pengguna telepon seluler di Indonesia sekarang mencapai sekitar 140 juta orang. Jika sebagian besar mau mengirim dukungan, tentu Pulau Komodo bisa menang.
Masyarakat bisa ikut membantu dengan menulis kata "Komodo" dan mengirimkannya ke nomor 9818. "Kalau kita menang, Pulau Komodo bisa jadi seperti Bali kedua," tambah Abraham Klakik. (T.B017/A023)

