Mamuju (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat membuka keterisolasian wilayah terpencil di daerah itu melalui bantuan internet satelit "Very Small Aperture Terminal/VSAT".
"Gunakan jaringan internet ini sebaik-baiknya. Saya berharap dengan Internet ini dapat membantu masyarakat mendapatkan akses informasi," kata Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar setelah menyerahkan bantuan secara simbolis jaringan internet VSAT di Kecamatan Kalumpang dan Bonehau Kabupaten Mamuju, Kamis.
Bantuan tersebut, kata Ali Baal Masdar, merupakan salah satu program 'Marasa' (Mandiri, Cerdas dan Sehat) yang tertuang dalam RPJMD Pemprov Sulbar 2017 -2022.
Sementara itu, Pelaksana tugas Kepala Dinas Komunikasi Informatika Persandian dan Statistik Provinsi Sulbar Mustari Mula mengatakan dukungan internet gratis tersebut bagian dari Program Marasa, yang tujuannya untuk memudahkan akses informasi bagi masyarakat.
"Sekaligus bantuan ini juga untuk mendukung sistem belajar daring yang biasa diterapkan di masa pandemi COVID-19," ujar Mustari Mula.
Ia menyampaikan bahwa sebanyak dua unit VSAT gratis yang disalurkan, menyasar di dua kecamatan di Kabupaten Mamuju, yakni Kecamatan Bonehau dan Kalumpang.
Terkait pengelolaan internet VSAT Itu, lanjutnya, untuk sementara akan menjadi tanggung jawab Pemprov Sulbar.
"Namun untuk tindak lanjutnya diharapkan dapat ditopang melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes)," ucapnya.
"Ini juga sudah kita lakukan di tahun sebelumnya sejak berjalannya program Marasa, kita bekerja sama dengan desa bagaimana agar masyarakat yang berada di daerah pelosok mendapatkan akses jaringan internet," tambah Mustari Mula.
Salah seorang warga Bonehau Amri Eka Sakti mengaku masih banyak desa di Kecamatan Bonehau belum menikmati internet.
Di tengah perkembangan teknologi informasi seperti saat ini kata warga tersebut, masyarakat baru bisa mengandalkan Handy Talky (HT) untuk memudahkan komunikasi, khusus di sejumlah desa di Bonehau.
"Disini masih gunakan HT, jadi frekuensinya itu satu frekuensi," kata Amri Eka Sakti.

