Logo Header Antaranews Makassar

SIEJ bahas masyarakat adat sebagai penjaga hutan

Minggu, 30 Januari 2022 00:35 WIB
Image Print
Tangkapan layar SIEJ gelar workshop secara virtual tentang masyarakat adat sebagai penjaga hutan. Antara / Suriani Mappong

Makassar (ANTARA) - Masyarakat Jurnalis Lingkungan Indonesia/The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) menggelar workshop secara virtual guna membahas tentang masyarakat adat sebagai penjaga hutan.

"Kegiatan ini bertujuan membangun kesadaran tentang masyarakat adat yang berperan menjaga hutan," kata Ketua Umum SIEJ Rochmawati pada workshop jurnalistik yang digelar secara virtual di Jakarta, Sabtu.

Dia mengatakan pelestarian hutan merupakan tanggung jawab bersama, termasuk masyarakat adat yang secara geografis tinggal di wilayah hutan.

Sementara perspektif umum, lanjut dia, termasuk perspektif politik, sosial, ekonomi dan budaya harus menjadi pijakan, dalam menghadapi isu masyarakat hukum adat.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan Masyarakat Kehutanan, Emil Kleden mengatakan, Undang-Undang Perlindungan hak masyarakat adat harus terus didorong, agar segera terealisasikan.

"Khususnya untuk memberikan pengakuan secara menyeluruh terhadap masyarakat adat sebagai bagian yang utuh dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," katanya.

Berkaitan dengan hal itu, lanjut dia, pengelolaan hutan dan sumber daya alam, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat adat.

"Tentunya harus dikelola tanpa mengeksploitasi melalui cara ekowisata," katanya.

Sementara itu rekomendasi untuk jurnalis dan publik, ia merekomendasikan untuk mengubah perspektif yang memandang bahwa masyarakat adat yang bertanggung jawab terhadap SDA hutan.

Hal itu dinilai penting untuk menghindari anggapan bahwa masyarakat adat yang mengeksploitasi hutan karena tinggal di dalam wilayah hutan, sehingga merekalah yang paling bertanggung jawab dalam penyelamatan SDA kehutanan.



Pewarta :
Editor: Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026