Mamuju (ANTARA News) - Lomba perahu tradisional Mandar "Sandeq Race" 2012 kembali digelar 31 Agustus- 6 September 2012 melewati empat etape dari pantai Mamuju dan finis di Pantai Bahari Polewali Mandar.
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pemuda Olahraga Budaya dan Pariwisata (Diporabudpar) Sulbar, M.Karim di Mamuju, Kamis, mengatakan, persiapan kegiatan lomba Sandeq Race ini telah rampung dan bahkan panitia telah melakukan lomba pada nomor segitiga mengarungi perairan Mamuju.
"Sebelum nomor marathon digelar maka diawali kegiatan lomba segitiga yang diikuti 31 peserta atau "passande","katanya.
Menurutnya, lomba Sandeq Race nomor marathon ini akan dilepas gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh yang akan dihadiri Direktur Bidang Promosi Dalam Negeri Kementerian Pariwisata Farid.
Karim menuturkan, kegiatan Sandeq Race tahun ini berkurang dari jumlah peserta tahun lalu dengan jumlah Sande mencapai 45.
"Jumlah peserta tahun ini berkurang, Ini juga karena beberapa Passandeq masih banyak yang berada di luar daerah dan belum sempat hadir pada kegiatan ini,"ungkapnya.
Selain itu kata dia, beberapa perahu Sandeq tidak ikut akibat banyak perahu tua yang tidak lagi layak untuk diikutsertakan dalam lomba ini.
Dia menuturkan, peserta lomba akan mengarungi ganasnya perairan selat Makassar dengan melalui empat etape yakni etape pertama dari Mamuju-Deking pada 31 Agustus.
Kemudian kata dia, etape kedua akan berlangsung dari Deking-Somba pada 2 September dan etape ketiga dimulai dari Somba ke Majene dan etape terakhir yakni dari pantai Majene menuju pantai Bahari Polman pada 6 September 2012.
"Banyak hal yang berbeda pelaksanaan sandeq Race dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yakni terkait rute para peserta lomba atau "Passande" mengalami perubahan,"katanya.
Jika sebelumnya etape Sandeq Race mengambil titik star di pantai Manakarra Mamuju dan finish di pantai Losari Makassar, Sulawesi Selatan, maka tahun ini para peserta cukup melewati hingga berakhir pada empat etape saja.
"Artinya, kegiatan Sandeq Race sebagai kekayaan budaya maritim Mandar tak akan lagi dibawa ke kota Makassar. Ini dilakukan berdasarkan masukan dan pertimbangan dari panitia agar lomba ini hanya berakhir di wilayah Polman,"kata dia.
Ia mengatakan, alasan lain sehingga lomba ini hanya digelar hingga Polewali sebagai salah satu upaya agar wisatawan masuk ke daerah ini dan tidak hanya berada di Makassar pada saat Sandeq mencapai finish.
"Perubahan etape ini juga akan memberikan dampak ekonomi yang positif karena dana yang digunakan selama masa lomba Sandeq Race tidak dibuang keluar daerah melainkan dibelanjakan di daerah sendiri dan alasan terakhir, untuk mempertegas bahwa Sandeq Race merupakan milik Sulbar,"tuturnya.
Karim menambahkan, 31 peserta yang ambil bagian ini diantaranya Sandeq Radhitya, Merdeka, Masya Allah, Hairul Umam, Surya Persada, Putra Sulbar, Tintilingan, Siamasei, Sabe Mandar 2, Rajawali, Berkah Alam, Teluk Mandar, Dewi Fortuna dan Padarana Balanipa.
Kemudian Sandeq Arrawungan Putri Ratu Pantai, Halilintar, Bintang Timur, Cahaya Ramadhan, Angin Pammase, Harapan Baru, Eezek 1, Cahaya Rezki, Cahaya Mandar, Damri, Bina Bahari, Brest Perancis, Sempurna, Dondori, Mandala Bintang Timur, Paindo Saldi dan Merpati. (T.KR-ACO/S016)

