Majene, Sulbar (ANTARA News) - Perlombaan perahu tradisional tercepat di dunia khas Mandar, Sulawesi Barat, Sandeq Race, yang digelar setiap tahun saat ini berada di etape Kabupaten Majene sejak Minggu (2/9), dimeriahkan dengan perlombaan Segi Tiga.
Lomba Segi Tiga tersebut digelar di Pantai Binanga, Kecamatan Banggae Timur, Majene, Senin, yang juga merupakan titik akhir pelayaran peserta lomba dari Kabupaten Mamuju, Sulbar, menuju Majene dan titik start dari Majene menuju Kabupaten Polewali Mandar, Sulbar, yang juga menjadi etape terakhir perlombaan secara keseluruhan.
"Lomba Segi Tiga ini diikuti 21 dari 31 peserta Sandeq Race dengan rute berbentuk segi tiga dan panjang rute sekitar 50 mil. Peserta akan mengelilingi rute yang berbentuk segi tiga sebanyak tiga kali dan akan kembali ke darat untuk menentukan siapa pemenangnya," jelas Hasanuddin, salah satu panitia pelaksana.
Perlombaan Segi Tiga pada event ini berhasil dimenangkan kelompok Sandeq Bres Prancis yang sempat tertinggal pada putaran pertama, justru memimpin pada putaran kedua hingga putaran terakhir. Disusul kelompk Damri dan Merdeka yang meraih posisi dua dan tiga.
Ribuan orang yang memadati Pantai Labuang hingga Pantai Pangaliali, Kecamatan Banggae sangat dihibur dengan lomba tersebut. Antusiasme warga bukan hanya berasal dari Majene, tetapi sejumlah warga dari kabupaten lain di Sulbar sengaja hadir untuk menyaksikan event tahunan ini.
"Tidak seluruh peserta Sandeq Race mengikuti event ini sebab hanya merupakan perlombaan hiburan yang sengaja digelar panitia untuk menghibur para wisatawan dan seluruh warga yang hadir. Wajar jika perlombaan ini hanya diikuti 21 dari 31 peserta Sandeq Race, sementara yang lainnya memilih untuk beristirahat untuk menyiapkan tenaga pada etape selanjutnya," jelas Hasanuddin.
Dalam perlombaan ini, seluruh peserta mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp300 ribu, sementara untuk pemenang lomba pada posisi pertama mendapat hadiah sebesar Rp2 juta, posisi kedua sebesar Rp1,5 juta, dan posisi ketiga sebesar Rp1 juta.
Panitia lainnya, Yunus mengatakan, lanjutan perlombaan menuju etape Polman akan digelar Selasa (4/9), semua peserta dipastikan akan ikut lomba walaupun pada etape Mamuju-Majene, sebanyak 12 Sandeq tidak berhasil masuk ke garis finis sebab mengalami kerusakan dalam perjalanan akibat terhantam gelombang dan tabrakan.
Warga Majene, Sukardi mengaku kegiatan tahunan ini sangat menghibur sebab ini tidak pernah terdapat di daerah lain dan hanya diselenggarakan di Majene. Warga juga mengaku kegiatan ini sangat bergengsi sebab beberapa yang hadir menyaksikan merupakan wisatawan nusantara dan mancanegara seperti Sulawesi Selatan dan sekitarnya serta wisatawan Eropa dan Asia.
"Kami berharap kegiatan ini bisa tetap berjalan setiap tahun sebab ini merupakan budaya kita satu-satunya yang harus diperkenalkan kepada masyarakat luas, jika perlu kegiatan ini bisa diminati wisatawan manca negara," harapnya. (T.KR-AHN/F003)

