Makassar (ANTARA) - Komandan Satgas Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Sulsel Kombes Pol Agung Novrianto Masloman menemui Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto untuk bersilaturahmi sekaligus membahas keamanan kota.
"Ini hanya silaturahmi biasa dan kami tadi berbincang banyak hal termasuk keamanan kota. Pemkot Makassar juga sudah memasang ribuan CCTV untuk memantau situasi kemanan kota," ujar Kombes Agung di sele-sela pertemuan yang digelar di Makassar, Senin.
Ia mengapresiasi sikap Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto yang begitu siap dalam memelihara keamanan dan ketertiban Makassar, antara lain perihal pemasangan CCTV di lorong-lorong permukiman penduduk.
Sepengetahuan Kombes Agung, di beberapa daerah masih banyak yang hanya terkonsep tetapi di Makassar sudah diterapkan.
"Pemkot Makassar sudah bagus dalam pengamanan dan antisipasi keamanan. Sudah bagus, oke. Tinggal dilanjutkan saja," ujarnya.
Selain berkoordinasi, ia juga memperkenalkan diri karena baru menduduki jabatan itu belum lama ini.
Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengatakan CCTV Pemkot Makassar membantu kepolisian dalam hal ketertiban masyarakat. Apalagi di tempat strategis sehingga mampu mengawasi pergerakan masyarakat.
Ia juga menuturkan pihaknya sudah memiliki War Room yang merupakan program unggulannya sejak periode pertama.
"Banyak yang disinkronkan dengan pihak kepolisian seperti Command Center di Lantai 10 Balai Kota dengan Command Center di Polrestabes Makassar," katanya.
Untuk pengembangannya tahun ini, pihaknya sementara menggodok nota kesepahaman atau MoU dengan Polda Sulsel untuk menyinergikan seluruh CCTV.
Juga bersinergi pihak kepolisian terkait dengan pengelolaan ETLE (Electronic Tilang Law Emforcement) dengan mensupport 14 titik (20 unit) kamera ANPR dan lisensi aplikasi untuk meningkatkan kemampuan CCTV mengenal obyek dan pelanggaran di kota Makassar.
Ia menyebut total CCTV sebanyak 2.552 unit mengcover wilayah kota makassar. CCTV dikelola Dinas Kominfo Makassar, terpasang di lorong-lorong wisata, kantor kelurahan, jalan utama (traffic dan surveillance), dan pemantauan gedung pemerintahan, serta pusat layanan publik dan ruang terbuka hijau.
"Ini kita terus kembangkan dengan memasang penambahan CCTV di Lorong Wisata, satu lorong kita pasang empat unit CCTV dan itu kita sinkronkan dengan war room," ucapnya.
Pomanto berharap pihak Densus 88 Antiteror Sulsel memberikan masukan untuk pengembangan CCTV kedepannya.
"Berikan kami input juga seperti di mana saja posisi kameranya, ketinggian, sudut dan sebagainya," tuturnya.

