Mamuju (ANTARA Sulsel) - Raja Bali memberikan gelar Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, tokoh pluralisme karena dianggap telah berhasil membina kerukunan masyarakat di daerahnya.
Abhiseka Raja Majapahit Bali Sri Wilatikta Tegeh Kori Kresna Kepakisan I, Dr.Shri I Gst Ngrh Arya Wedakarna MWS berkunjung ke Sulbar, Minggu, dalam rangka meresmikan Hindu Centre West Sulawesi.
Dalam kunjungannya Raja Bali memberikan gelar Gubernur Sulbar tokoh pluralisme karena dianggap telah berhasil membina kerukunan masyarakat di daerahnya, pemberikan gelar itu disaksikan Raja Mamuju, Andi Maksum Dai.
"Kami berikan gelar kepada Gubernur Sulbar sebagai tokoh pluralisme karena berhasil membina kerukunan di daerahnya yang multi etnik dan agama sehingga berhasil mendorong kemajuan pembangunan, sehingga daerahnya maju dan berkembang," katanya.
Raja Bali juga memberikan medali kepada Gubernur Sulbar karena prestasinya yang dianggap telah berhasil melaksanakan pembangunan daerahnya sehingga terus maju dan berkembang.
Raja Bali mengatakan, selain meresmikan Hindu Centre West Sulawesi di Sulbar yang merupakan Provinsi ke 14 mendirikan organisasi umat hindu di Indonesia, kehadirannya juga untuk mensosialisasikan acara 'World Hindu Summit' yang digelar di Pulau Dewata tanggal 13-16 Juni 2013 kepada umat Hindu Bali di Provinsi Sulbar.
Ia mengatakan, dalam kunjungan di Sulbar juga akan melakukan pertemuan dengan Raja Mamuju, untuk melihat keris pusaka kerajaan Mamuju "Manurung".
Selain itu juga akan membawakan kuliah umum disalah satu kampus Mamuju, kemudian akan melakukan dialog dengan pemerintah di sulbar serta mengunjungi kantor media Radar Sulbar, membahas pembangunan sektor kebudayaan sulbar.
"Kebudayaan merupakan milik kita semua, pengembangan pariwisata di Bali akan disosialisasikan di sulbar baik dikalangan kampus dan pemerintah serta media massa, untuk pengembangan kebudayaan sulbar yang juga berpotensi seperti Bali," katanya.
Gubernur Sulbar, Anwar Adnan Saleh, mengaku sangat mengapresiasi kunjungan Raja Bali di Mamuju, dan berterima kasih atas penghargaan sebagai tokoh pluralisme yang diberikannya.
Ia mengatakan, di Sulbar sekitar 49 persen masyarakatnya adalah penduduk pribumi, selebihnya adalah masyarakat pendatang seperti dari Bugis Makassar, NTT, Bali, Jawa, Sumatera, dan hampir seluruh suku di Indonesia, ada di Sulbar, secara keseluruhan hidup berdampingan dalam suasana rukun dan damai membangun Sulbar.
"Penghargaan ini lahir karena kerja keras kita semua membina kerukunan di masyarakat sehingga Sulbar mengalami kemajuan seperti sekarang ini, diharapkan kunjungan Raja Bali di Mamuju dapat berlansung sukses dalam rangka meningkatkan sektor kebudayaan dan pariwisata di Provinsi Sulbar," katanya.
Gubernur Sulbar, juga memberikan cindremata kepada Raja Bali berupa perahu "Sandeq" yang merupakan perahu layar tradisional sulbar, dan juga kakao sebagai tanaman andalan masyarakat sulbar meningkatkan ekonominya.
Editor : Agus Setiawan

