
Wali Kota Bersama Wakilnya Tinjau Lokasi Kebakaran

"Kami sampai masuk ke dalam melihat kondisi puing-puing kebakaran dan bertemu para korban. Paling tidak kehadiran kami memberi semangat bagi mereka," ujar wali kota di Makassar, Jumat.
Makassar (ANTARA Sulsel) - Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto-Syamsu Rizal meninjau langsung lokasi kebakaran di Jalan Rappocini dan melihat kondisi para korban musibah tersebut.
"Kami sampai masuk ke dalam melihat kondisi puing-puing kebakaran dan bertemu para korban. Paling tidak kehadiran kami memberi semangat bagi mereka," ujar wali kota di Makassar, Jumat.
Ia mengatakan, kedatangannya bersama Syamsu Rizal sekaligus ingin melihat kondisi langsung para warga yang menjadi korban kebakaran itu dan mengidentifikasi untuk pemberian bantuan.
Usai meninjau langsung kondisi para korban, dirinya kemudian berkoordinasi dengan sejumlah unit kerjanya yang terkait untuk membuatkan posko serta dapur umum bagi para korban.
"Setelah melihat lokasi, saya kemudian perintahkan dinas terkait untuk memberikan bantuan seperti dapur umum sebanyak dua unit tenda dan lain-lain," katanya.
Sementara Deng Ical sapaan Syamsu Rizal mengungkapkan kebakaran kali ini termasuk berat, dengan total rumah yang terbakar mencapai 140 rumah.
"Kebakaran terjadi di dua kecamatan, berdasarkan data yang ada saat ini 100 rumah di kecamatan Makassar dan 40 rumah di kecamatan Rappocini. Kebakarannya terjadi dalam waktu yang berbeda tetapi harinya sama," ujarnya.
Langkah awal yang akan ditempuh pemerintah, yakni memastikan kebutuhan pokok korban kebakaran dapat terpenuhi dan memantau perkembangan kondisinya.
"Di lokasi disiapkan nasi bungkus, setelah itu baru disiapkan dapur umum, paling tidak selama seminggu kedepan kebutuhan akan bahan pokok benar-benar harus terpenuhi," ungkapnya.
Deng Ical yang juga Ketua PMI Makassar itu menyatakan, di lokasi kebakaran yang padat penduduk itu rencananya akan ditata ulang dan dilihat status kepemilikan tanahnya tersebut.
Pewarta : Muh Hasanuddin
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
