Mamuju (ANTARA) - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Sulawesi Barat bersama Korem 142/Tatag menjalin kerja sama strategis pada program pengembangan budidaya ikan nila.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulbar Suyuti Marzuki di Mamuju, Senin mengatakan, program tersebut berfokus pada pengembangan pembenihan dan pembesaran ikan nila di kolam inisiasi yang berlokasi di Markas Korem 142/Tatag.
"Program ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga mengedukasi anggota TNI dan masyarakat sekitar tentang praktik budidaya ikan nila yang berkelanjutan," katanya.
Kegiatan ini diawali dengan semangat gotong-royong yang kuat antara tim teknis dari DKP Sulbar bersama personel TNI yang bahu-membahu membangun kolam budidaya yang menjadi cikal bakal program ini.
Setelah kolam siap, sebanyak 1.500 benih dan 100 ekor indukan ikan nila unggul ditebar.
Benih dan indukan ini merupakan hasil seleksi ketat dari Balai Benih Ikan Poniang, yang menjamin kualitas dan potensi pertumbuhan ikan yang optimal.
"Program ini tidak berhenti pada aspek produksi semata. Kami juga berkomitmen penuh untuk menyelenggarakan edukasi komprehensif bagi anggota TNI dan masyarakat sekitar," jelas Suyuti.
Materi edukasi mencakup berbagai aspek krusial dalam budidaya ikan, mulai dari manajemen budidaya yang efektif, teknik pemeliharaan kualitas air yang optimal, hingga pencegahan penyakit ikan yang sering menjadi momok bagi para pembudidaya.
Kemitraan antara DKP Sulbar dan Korem 142/Tatag, kata Suyuti menjadi contoh kolaborasi lintas sektor yang patut diacungi jempol.
"Lebih dari sekedar meningkatkan produksi ikan, program ini diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap ketahanan pangan lokal di Sulbar. Dengan adanya pelatihan dan pendampingan, diharapkan akan lahir lebih banyak pembudidaya ikan nila yang terampil dan mandiri," terangnya.
Inisiatif itu juga menunjukkan bagaimana optimalisasi pemanfaatan aset institusi dapat dilakukan untuk kepentingan masyarakat luas.
"Kolam yang sebelumnya mungkin tidak dimanfaatkan secara maksimal kini menjadi pusat pengembangan perikanan dan edukasi. Keberhasilan program ini diharapkan dapat direplikasi di wilayah lain, membuka peluang bagi kolaborasi serupa dalam berbagai sektor, tidak hanya perikanan," katanya.

