Mamuju (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Sulawesi Barat meningkatakan kapasitas daerah dalam pengelolaan limbah makanan dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di daerah setempat.
Kepala DLH Sulbar Zulkifli Manggazali di Mamuju, Rabu, mengatakan dukungan Menteri Lingkungan Hidup terkait dengan kebijakan itu menjadi kesempatan penting memperkuat sinergi antar-instansi di daerah dalam menciptakan tata kelola lingkungan secara berkelanjutan.
Langkah ini, kata dia, juga sejalan dengan arahan Gubernur Sulbar Suhardi Duka untuk terus menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.
DLH Sulbar menyatakan kesiapan berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dalam menyusun protokol pengelolaan sampah MBG di sekolah-sekolah.
"Kerja sama ini penting agar sejak dini peserta didik terbiasa dengan pola pengelolaan sampah yang benar, khususnya dalam mendukung program MBG yang bersentuhan langsung dengan aktivitas sehari-hari siswa," ujar dia.
Sebagai langkah konkret, DLH Sulbar akan menyediakan pelatihan teknis kepada pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait dengan pengolahan limbah makanan.
"Pelatihan ini akan menekankan penerapan prinsip reduce, reuse, recycle (3R) agar limbah dapat dikelola secara efektif dan ramah lingkungan," kata Zulkifli.
Selain itu, DLH akan mewajibkan setiap sekolah penerima program MBG untuk melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik.
Upaya itu, kata dia, diperkuat melalui koordinasi dengan DLH kabupaten se-Sulbar sehingga implementasi di lapangan dapat berjalan secara seragam dan lebih optimal.
"Kami berkomitmen mendukung sepenuhnya kebijakan Menteri LHK dengan menghadirkan kebiasaan baru di sekolah-sekolah yang lebih peduli terhadap lingkungan," kata dia.
Ia berharap, langkah terintegrasi itu menjadi model penerapan pengelolaan limbah berbasis sekolah di Sulbar, yang pada akhirnya mendukung tercipta lingkungan bersih, sehat, dan berkelanjutan.
"Kami berharap, langkah ini dapat menjadi percontohan untuk pengelolaan limbah berbasis sekolah di Sulbar sehingga anak-anak kita dapat menjadi pionir pada pengelolaan sampah di tengah masyarakat," kata Zulkifli.

