Mamuju (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Barat Suhardi Duka (SDK) mendorong penguatan manajemen Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulbar.
"Pelantikan ini merupakan bagian dari upaya penataan dan penguatan manajemen UPTD RSUD Provinsi Sulbar," kata dia saat melantik 13 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemprov Sulbar di Mamuju, Selasa.
Ia mengatakan pelantikan pejabat tersebut sebagai langkah perbaikan secara menyeluruh terhadap pengelolaan RSUD Provinsi Sulbar yang dinilainya masih menghadapi berbagai persoalan.
"Rumah sakit ini lagi tidak baik-baik saja. Karena itu, saya bersama Pak Wakil Gubernur mengganti direktur, kemudian melakukan restrukturisasi dan pembenahan total. Kerja yang lama tinggalkan, kultur yang lama buang, ciptakan kultur yang baru," kata dia.
Ia menekankan seluruh pejabat yang dilantik merupakan usulan dari direktur rumah sakit, tanpa adanya intervensi dari pimpinan daerah, dengan tujuan membentuk satu tim yang solid dan mampu bekerja secara profesional.
"Saya dan mungkin Pak Wagub juga tidak mengenal anda. Ini dilakukan agar tidak ada intervensi dan supaya satu tim bisa bekerja dengan baik melakukan perubahan," ujarnya.
Ia menetapkan kontrak kinerja selama satu tahun kepada jajaran manajemen baru RSUD Provinsi Sulbar.
Jika dalam satu tahun tidak terjadi perubahan signifikan, kata dia, akan dilakukan evaluasi menyeluruh.
“Kontrak kita satu tahun. Kalau tidak berubah, kita ganti direktur dan kita ganti semuanya. Kita ingin rumah sakit ini naik kelas, minimal kelas B, bahkan kalau perlu kelas A," katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya menciptakan suasana kerja yang jujur, efisien, dan berorientasi pada peningkatan layanan.
Dia menjelaskan rumah sakit regional memiliki potensi besar untuk berkembang dan tidak seharusnya merugi jika dikelola dengan baik.
"Rumah sakit regional itu pasti untung. Pasiennya banyak, tapi kami tidak menjadikan rumah sakit sebagai sumber PAD. Keuntungan itu harus kembali untuk peningkatan layanan,” kata dia.
Ia menyampaikan tiga kemungkinan berkunjung ke rumah sakit, yakni karena diundang atas capaian yang membanggakan, karena melakukan inspeksi mendadak akibat adanya masalah atau karena sedang sakit.
Ia menegaskan kunjungan terbaik saat rumah sakit memiliki prestasi dan inovasi layanan yang layak dibanggakan.
Ia berharap jajaran baru itu mampu membawa perubahan nyata, meningkatkan mutu layanan kesehatan, serta mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap RSUD Provinsi Sulbar.

