Dirjen Perkebunan : Sawit Adalah kekuatan Indonesia

Pewarta : id dirjen perkebunan, setifikat ispo, sawit

ilustrasi kelapa sawit (ANTARA FOTO/Murdy Hermawan)

Makassar (Antara Sulsel) - Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian  Bambang menegaskan kelapa sawit adalah kekuatan Indonesia dan menciptakan keseimbangan lingkungan.

"Sawit adalah kekuatan Indonesia, Sawit menciptakan keseimbangan lingkungan," kata Bambang pada pembukaan sosialisasi dan penyerahan sertifikasi Komisi Indonesia Sustainability Palm Oil (ISPO) kepada 40 perusahaan kelapa sawit di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, melalui rilis diterima di Makassar, Selasa.

Menurut Bambang, ISPO merupakan suatu pengakuan pasar atas pengelolaan perkebunan kelapa sawit dengan baik dan diakui pasar Internasional dan merupakan komitmen pemerintah dalam mencapai pengelolaan perkebunan kelapa sawit berkelanjutan.

"Bung karno menyatakan, siapa yang menguasai pangan dan energi maka mereka lah yang menguasai dunia, dan siapapun yang menguasai dunia menjadi lawan bagi orang yang tdiak mau disaingi," kata Bambang mengutip pernyataan Presiden Soekarno saat menanggapi maraknya berita negatif terkait industri kelapa sawit.

"Kita harus bangga dengan ISPO dan menghargai sertifikasi ini, karena kalau masih ada diantara kita ragu dan tidak yakin, maka jangan harapkan orang lain akan bangga dengan ISPO, dan dunia internasional juga menghargai ISPO," ujarnya.

Dia menambahkan, Komisi ISPO terus menjalankan sosialiasi agar target sertifikasi ISPO bisa tercapai sesegera mungkin.

Saat ini 551 pelaku usaha perkebunan telah mengikuti sosialisasi dan telah diterbitkan pengakuan sertifikat ISPO kepada 306 pelaku usaha atau 81,04 persen, LHA yang diterima secretariat Komisi ISPO sebanyak 376 laporan, dalam proses verifikasi/SKPD dan ditunda sebanyak 70 laporan dan ada pula yang ditunda pengakuannya karena belum adanya kejelasan sebanyak 11 perusahaan.

Hingga Agustus 2017 ini Komisi ISPO menyetujui 40 sertifikasi bagi perusahaan perkebunan dengan luas areal sebesar 202.427,17 hektare dan produksi CPO sebesar 539.265,88 ton. Sedangkan pada April Tahun 2017 lalu, tim sertifikasi telah menyetujui 40 sertifikasi bagi 38 perusahaan perkebunan, 1 Koperasi Unit Desa (KUD) Plasma dan asosiasi kebun swadaya dengan luas areal sebanyak 249.543,37 hektare dan produksi CPO sebesar 861.425,82 ton.

Jumlah sertifikasi ISPO yang diterbitkan dari tahun 2011 - 2017 adalag 306 sertifikat dengan luas total 1.882.075 hektare dan total produksi CPO 8.147.013,63 ton.

Sementara itu, Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono menyatakan dukungannya terhadap kinerja Komisi ISPO dalam mencapai target 100 persen sertifikasi sawit seluruh perkebunan kelapa Sawit Indonesia. Tidak hanya perkebunan milik pelaku Usaha namun juga perkebunan plasma dan swadaya.

"Kita (Pemerintah, Dunia Usaha, NGO maupun masyarakat) harus sepakat bahwa ISPO ini harus kita dukung karena merupakan indikator keberlanjutan Industri sawit Indonesia," kata Joko.
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar