Sembilan rumah di Mamuju rusak diterjang gelombang pasang

id rumah rusak,air pasang, Kepulauan Ambo, Kecamatan Balakbalakang. Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat,gelombang

Ilustrasi - Wisatawan mengamati ombak tinggi di kawasan wisata Pantai Glagah, Temon, Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jumat (20/7/2018). (ANTARA /Andreas Fitri Atmoko)

Mamuju (Antaranews Sulbar) - Sebanyak sembilan rumah yang berada di Kepulauan Ambo, Kecamatan Balakbalakang. Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat rusak akibat gelombang air laut pasang, Rabu.

Selain merusak sembilan rumah penduduk di Pulau Ambo yang berjarak tempuh sekitar 9 jam dari kota Mamuju, gelombang pasang juga merusak sebuah mesjid di wilayah yang terletak di perairan Selat Makassar tersebut.

Humas Polda Sulbar, AKBP Mashura mengatakan, Kapolda Sulbar Brigjend Baharuddin Djafar telah mengumpulkan para pejabat utama untuk membahas kejadian tersebut.

"Kapolda juga telah menyalurkan berbagai bantuan kemanusian untuk masyarakat di Pulau Ambo yang tertimpa bencana itu," katanya.

Menurut dia, Direktur Pol Airud Kombes Pol Dede Ruhiat Djunadi, SIK, MH dan jajarannya akan menyalurkan langsung bantuan kemanusiaan tersebut kepada para korban yang terdampak bencana ombak pasang dipulau Ambo.

"Bantuan kemanusian ini sebelumnya akan di salurkan langsung oleh Kapolda namun karena ada kegiatan yang juga sangat penting yang bertepatan sehingga mau tidak mau diwakilkan untuk sementara," katanya.

Ia mengatakan Kapolda Sulbar berencana akan berkunjung langsung ke Pulau Ambo sekaligus menjaling tali silaturahim karena Kapolda Sulbar sendiri memiliki kedekatan emosional dengan warga yang terdampak bencana.

"Rasa kepedulian dan kemanusian Kapolda membuatnya tak mampu membendung haru takkala melihat rumah warga serta masjid di Pulau Ambo ambruk akibat ombak pasang saat ini, personil terus di standbykan dengan cara di gilir untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat di Pulau Ambo," katanya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar