Wisma Pelatihan Kesehatan Sulsel butuh anggaran Rp24 miliar

id UPT Pelatihan Kesehatan, Drg Rosmiati Mantang, Sulsel

Kepala UPT Pelatihan Kesehatan Sulsel, Drg Rosmiati Mantang di ruang kerjanya, Jumat (15/3/2019). ANTARA Foto/NS Wardyah

"Yang pertama itu, kita harus menyelesaikan sarana dan prasarana terlebih dahulu. Utamanya bagi peserta daerah, pasti akan kesusahan jika tidak ada tempat penginapan yang disiapkan. Hal ini bisa menghambat jalannya pelatihan," paparnya.
Makassar (ANTARA) - UPT Pelatihan Kesehatan Sulawesi Selatan yang telah resmi hadir pada awal 2018 masih membutuhkan anggaran Rp24 miliar untuk persiapan sarana dan prasarana sebagai penunjang pelaksanaan pelatihan bagi tenaga kesehatan.

Kepala UPT Pelatihan Kesehatan Sulsel, Drg Rosmiati Mantang saat ditemui di kantornya, Jumat, mengatakan, pihaknya masih membutuhkan anggaran sedikitnya Rp24 miliar untuk pembangunan wisma empat lantai itu.

Wisma empat lantai tersebut akan diperuntukkan bagi para peserta pelatihan kesehatan yang akan dilengkapi dengan 76 kamar ditambah aksesoris bangunan berupa lift untuk memudahkan jalannya pelatihan.

Hal ini agar mampu melahirkan tenaga kesehatan profesional dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai bidang ilmu masing-masing.
Baca juga: Kemenkes dorong embarkasi haji perkuat layanan kesehatan

Saat ini, lantai dasar wisma telah terbangun dan telah diresmikan 13 Maret 2019 lalu, hanya saja pada pembangunannya dinilai harus segera dirampungkan. Pasalnya, kondisi bangunan yang belum menggunakan atap bisa saja menimbulkan kerapuhan pada sedimen bangunan.

"Kemarin kita launching untuk meminta doa restu supaya ini berjalan baik, kami berharap banyak dari pemprov dukungan selanjutnya karena ini pembangunan multi year dan membutuhkan banyak anggaran," ungkap Rumi.

Menurut dia, anggaran ini segera dibutuhkan agar bangunan lantai dasar bisa tetap terjaga, apalagi pada hasilnya nanti, wisma tersebut dianggap bisa memberi sumbangsih untuk peningkatan PAD (Pendapatan Asli Daerah) Sulsel.

Penggunaan wisma akan menyesuaikan dengan pola tarif BPSDM dengan budget per hari sebanyak Rp475 ribu termasuk honor mengajar dosen dan tim ahli termasuk makan-minum dan tempat tinggal.

"Sesuai pola tarif pergub Rp100 ribu per kepala, jadi setiap kamar diisi dua orang," terangnya.

Menargetkan beroperasi April mendatang, UPT Pelatihan Kesehatan saat ini memiliki 16 kamar tersedia, namun pada penggunaannya hanya ada 10 kamar difungsikan.

Pada intinya, lanjut Rumi, tupoksi UPT Pelatihan Kesehatan adalah meningkatkan SDM dan kompetensi tenaga kesehatan yang ada, terkhusus untuk wilayah Provinsi Sulsel mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.

"Di sinilah salah satu tempat menempa mereka supaya skill lebih baik ke depan," tandasnya.
Pewarta :
Editor: Suriani Mappong
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar