Anders Antonsen wakili Denmark ke final Indonesia Open 2019

id anders antonsen,indonesia open 2019

Anders Antonsen melakukan selebrasi setelah menjadi wakil Denmark di final turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019 usai mengalahkan wakil Hong Kong Wong Wing Ki Vincent di semi-final, Sabtu. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Aku merasa sangat baik, sangat senang dengan performaku. Aku merasa bermain permainan yang bagus. Ini pertemuan pertama kami jadi cukup berjuang sedikit di awal tapi setelah aku dapatkan gim pertama kemudian aku rasa aku bermain lebih bagus
Jakarta (ANTARA) - Anders Antonsen menjadi wakil Denmark di final turnamen bulu tangkis Blibli Indonesia Open 2019, usai mengalahkan wakil tunggal putra Hong Kong Wong Wing Ki Vincent di semi-final, Sabtu.

Peringkat 11 asal Denmark itu menyingkirkan Wong, peringkat 37, dalam dua gim 21-17 21-10 selama 50 menit di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

"Aku merasa sangat baik, sangat senang dengan performaku. Aku merasa bermain permainan yang bagus. Ini pertemuan pertama kami jadi cukup berjuang sedikit di awal tapi setelah aku dapatkan gim pertama kemudian aku rasa aku bermain lebih bagus," kata Antonsen usai laga.

"Permainan yang sedikit berbeda dari setiap sisi jadi di sisi kedua aku bermain lebih baik dan aku tak terlalu banyak membuat kesalahan dari gim pertama jadi aku kira itu perbedaannya."

Ini merupakan kali kedua secara beruntun Antonsen lolos ke final di Istora GBK. Di awal tahun dia menang di final Indonesian Masters setelah mengalahkan unggulan pertama turnamen Kento Momota 21-16, 14-21, dan 21-16.

"Sekarang aku harus menikmati momen ini sebentar lalu aku akan fokus ke pertandingan yang akan digelar beberapa jam ke depan dan besok akan sangat berkesan karena ini adalah final kedua berturut-turut di Istora Senayan. Tak bisa dibayangkan."

Di final, Antonsen akan bertemu dengan unggulan empat asal Taiwan Chou Tien Chen, yang sebelumnya mengalahkan Kantaphon Wangcharoen dari Thailand.

Gelar tunggal putra terakhir Denmark di Indonesia Open diraih lima tahun lalu oleh Jan Ø. Jørgensen.
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar