Masyarakat Kota Makassar resah karena obat Ranitidin belum ditarik dari pasaran

id Obat ranitidin, obat maag, beludru BPOM, Makassar

Masyarakat  Kota Makassar resah  karena obat Ranitidin  belum ditarik dari pasaran

Obat lambung Ranitidin yang ditarik dari Puskesmas beserta sarana kesehatan lainnya yang ada di seluruh wilayah Kabupaten Barito Utara. (ANTARA/Dokumen pribadi)

Makassar (ANTARA) - Masyarakat di Kota Makassar resah karena obat maag Ranitidin belum ditarik di pasaran, padahal BPOM pusat di Jakarta sudah melakukan penarikan obat itu karena dapat membahayakan kesehatan.

"Belum ada sosialisasi penarikan obat Ranitidin dari BPOM pada kami," kata pengelola Toko Obat Rezky, Hj Subaedah di Makassar, Kamis.

Menurut dia, penarikan obat maag itu hanya diketahui dari media sosial yang banyak menginformasikan bahaya Ranitidin yang diduga penyebab kanker, sehingga ditarik oleh BPOM.

Diakui stok obat maag itu masih ada, namun jika ada pembeli mencari obat itu, dianjurkan membeli obat merek lain.

"Kami tidak mau ambil risiko, nanti disalahkan atau dituntut," katanya.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Tallo Daeng Ngalusu mengaku selama ini mengomsumsi obat itu, karena diberi resep obat itu oleh dokter di puskesmas setiap datang kontrol.

Berkaitan dengan hal itu, dia berharap agar pihak yang berwenang segera melakukan razia dan menarik obat itu di apotek atau di pasar agar tidak meresahkan masyarakat.

"Jangan sampai karena ketidaktahuan mereka terus membeli dan meminum obat itu," katanya.
Pewarta :
Uploader: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar