Grab kembangkan program 'Mendobrak Sunyi' layani lebih banyak disabilitas

id Grab, penyandang disabilitas

Grab kembangkan program 'Mendobrak Sunyi' layani lebih banyak disabilitas

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi bersama dengan Mitra Pengemudi Tuli, Mitra Pengemudi GrabGerak dan Agen Disabilitas GrabKios, pada perayaan Hari Disabilitas Internasional. ANTARA/HO/Grab

Melalui program ‘Mendobrak Sunyi’ ini akan memberikan lebih banyak peluang pendapatan melalui GrabKios, pelatihan mitra pengemudi dan layanan GrabGerak di empat kota
Makassar (ANTARA) - Perusahaan daring Grab mengembangkan Program "Mendobrak Sunyi" untuk melayani lebih banyak komunitas penyandang disabilitas yang tersebar di Indonesia.

"Melalui program ‘Mendobrak Sunyi’ ini akan memberikan lebih banyak peluang pendapatan melalui GrabKios, pelatihan mitra pengemudi dan layanan GrabGerak di empat kota," kata Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi dalam keterangan persnya di Makassar, Rabu.

Dia menjelaskan, untuk mendukung komunitas penyandang disabilitas dihadirkan lebih dari 2.000 armada untuk menjangkau Perkumpulan Penyandang Disabilitas (PPDI) guna menyuarakan inklusivitas dalam mendukung penyandang disabilitas.

Saat ini terdapat lebih dari 90 mitra pengemudi Tuli yang memiliki penghasilan melalui platform Grab di 4 kota yakni Jakarta, Bandung, Medan, dan Surabaya.

Terkait dengan perayaan Hari Disabilitas Internasional, Grab Indonesia, aplikasi layanan daring ini memperkenalkan inisiatif baru di bawah program ‘Mendobrak Sunyi’ yang telah diluncurkan pada September 2019.

Untuk merangkul penyandang disabilitas, lanjut Neneng, pihaknya membuat aplikasi Grab yang lebih inklusif dan dapat diakses oleh semua orang, misalnya dengan adanya tambahan teks terjemahan ( subtitles) pada materi video pendaftaran dan pelatihan bagi mitra pengemudi tunarungu dan
melatih tim layanan pelanggan Grab dengan kemampuan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dasar untuk membantu mitra pengemudi tuli di lapangan.

Selama proses ini, selain juga meningkatkan kapasitas GrabKios untukbisa merangkul lebih banyak lagi mitra dari komunitas disabilitas agar memiliki peluang penghasilan tambahan.

Hal itu dibenarkan Ketua PPDI Gufroni Sakaril. Dia mengatakan, kurangnya kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk mandiri secara ekonomi merupakan masalah masih dihadapi para penyandang disabilitas di Indonesia.

Para penyandang disabilitas masih kesulitan dalam memasuki dunia kerja karena kurangnya materi komunikasi non-verbal untuk penyandang disabilitas sensorik rungu, tidak adanya akses mobilitas yang memadai di banyak fasilitas umum dan transportasi publik, serta terbatasnya kesempatan kerja yang inklusif.
 
Pewarta :
Editor: Amirullah
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar