Makassar (ANTARA News) - Manajemen PSM Makassar berbeda pendapat soal posisi striker asal Suriah, Marwan Sayedeh, terkait rencana mengembalikan ke pihak Konsorsium Liga Primer Indonesia (LPI).
Manajer Teknik PSM, Mirdan Midding, di Makassar, Senin, mengatakan keinginan manajemen mengembalikan mantan striker Pelita Jaya ke konsorsium LPI dinilai kurang tepat. Sebaliknya, keputusan itu justru akan merugikan tim Juku Eja kedepan.
"Masalah mendatangkan pemain bintang sebagai pengganti Marwan (Sayedeh) tentu bukan hal yang sulit dilakukan. Namun persoalannya apakah keputusan itu akan efektif. Saya kira persoalan pemain bukan segampang membalik telapak tangan," jelasnya.
Menurut Mirdan, dalam membentuk sebuah tim yang kuat dan lebih solid, membutuhkan waktu yang tidak instan. Bahkan paling tidak minimal tiga bulan untuk bisa saling beradaptasi dengan pemain lain.
Sedangkan persiapan PSM sendiri baru berjalan kurang lebih satu bulan terakhir. Artinya masih perlu memberikan kesempatan kepada setiap pemain untuk saling memahami permainan masing-masing.
"Saya melihat kehadiran pemain bintang dalam skuad bukan jaminan untuk membentuk tim yang solid. Dibutuhkan waktu yang lebih lama agar pemain bisa saling memahami," katanya.
Selain persoalan waktu, psikologis pemain apakah sedang mengalami satu masalah juga harus menjadi perhatian serius. Hal itu cukup realistis mengingat kualitas Marwan sendiri dinilai masih cukup layak memperkuat tim Juku Eja.
"Saya beberapa kali berbincang dengan seorang psikolog dan mereka umumnya menganjurkan untuk lebih memahami pribadi pemain. Perhatian kita diharapkan membuat pemain lebih tenang," ujarnya.
Sementara Direktur Manajer PSM, Husain Abdullah, sebelumnya mengaku bahwa keinginan manajemen mengembalikan mantan striker Pelita Jaya itu, terkait kebutuhan tim Juku Eja terhadap hadirnya seorang penyerang murni.
"Kami telah membicarakan keinginan (mengembalikan Marwan) itu dengan pihak konsorsium sekaligus meminta dicarikan striker lain. Konsorsium sendiri tidak keberatan dengan rencana tersebut," kata mantan wartawan tersebut.(T.KR-MH/T009)

