Makassar (ANTARA) - LLDIKTI Wilayah IX Sulawei Selatan, Barat dan Tenggara (Sultanbatara) menunjuk Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar sebagai percontohan penerapan standar operasional prosedur (SOP) kampus bebas kekerasan seksual.
Kepala LLDIKTI IX Prof Dr Jasruddin MSi di Makassar, Selasa, mengatakan pihaknya baru saja mendapatkan pengarahan dari Mendikbud-Ristek terkait program kampus bebas kekerasan seksual.
"Kami di LLDIKTI diperintahkan, mulai November sampai Desember 2021, minimal 5 persen dari perguruan tinggi kita, sudah memiliki SOP tentang kekerasan seksual," katanya pada acara Wisuda semi virtual di salah satu hotel di Makassar.
"Saya sudah dipikir-pikir bagaimana agar UMI bisa menjadi pilot projects untuk kampus SOP," lanjutnya.
Ia menjelaskan bahwa UMI merupakan kampus yang berbasis karakter, sehingga sangat tepat untuk menjadi contoh bagi kampus lain khususnya di wilayah kerja LLDIKTI XI.
Kekerasan seksual khususnya kepada para mahasiswi di berbagai kampus di Indonesia, menjadi perhatian Kemendikbud-Ristek untuk menjadikan kampus sebagai area yang aman dari tindakan asusila.
"Dan saya percaya pada dasarnya sudah dilaksanakan itu, cuma perlu dibuatkan SOP untuk kekerasan seksual," jelasnya.
Sementara terkait pelaksanaan wisuda UMI Makassar periode II 2021, digelar selama tiga hari secara virtual dan offline, diikuti sebanyak 3.543 orang wisudawan.
Untuk hari pertama, Sabtu (23/10/2021) diikuti sebanyak 1.036 sarjana. Kemudian Senin diikuti 1.206 sarjana dan hari terakhir ini diikuti 1.301 sarjana.

