Beasiswa untuk tahap ke-14 tahun 2012 kali ini berjumlah 350 orang penerima dengan total dana Rp150 juta, termasuk penyandang cacat dan tuna netra serta panti asuhan yang penyerahannya dilakukan di halaman industri tersebut di Makassar, Kamis.
Penyerahan beasiswa tersebut dilakukan pemilik Maruki Jepang, Kobayashi Daesuke, Ketua MMF Prof Dr HM Nurdin Abdullah yang juga Bupati Bantaeng, dan Presdir MII Yukihiro Kitagawa.
"Dengan penyerahan ini, yayasan yang diprakarsai mantan Rektor Unhas Prof Dr Ir H Fachruddin, Msc telah menyalurkan beasiswa kepada 4.498 orang penerima dengan total dana Rp2,5 miliar," kata Nurdin Abdullah.
Kepala Dinas Pendidikan Makassar Abdullah Djabbar menilai, program beasiswa Yayasan Maruki merupakan program strategis untuk meningkatkan kualitas anak bangsa.
Ia berharap, anak-anak penerima beasiswa dapat memanfaatkan maksimal untuk kepentingan peningkatan pendidikan agar dapat berfikir kreatif serta memiliki ide-ide kreatif yang mampu menjawab tantangan ekonomi global.
Ini penting sebab ke depan, perusahaan menghadapi tuntutan persaingan global yang tentu saja membutuhkan tenaga trampil yang bisa menjawab kepentingan dunia usaha dan industri di masa mendatang.
Kobayashi Daesuke yang juga Presiden Direktur Maruki Jepang mengaku sangat senang karena Maruki di Makassar bisa eksis hingga tahun ke-15. Tentu banyak suka duka dalam mengembangkan perusahaan.
Pimpinan perusahaan yang mengekspor Butsudan ke Jepang itu juga mengaku sangat suka bertemu dengan para pelajar di Makassar, terlebih 60 persen penerima beasiswa merupakan anak karyawan.
Ia berharap, karyawan Maruki Makassar tetap bersemangat dan memberi dukungan terhadap perusahaan, baik di Makassar maupun yang ada di Jepang sehingga Maruki tetap dapat menyisihkan keuntungan untuk kepentingan pendidikan.
Sebelumnya, Ketua Maruki Makassar Foundation HM Nurdin Abdullah mengemukakan, kepekaan sosial perusahaan terhadap kondisi pendidikan dengan menyisihkan sebagian keuntungan perusahaan.
"Bersyukur sebab niat tulus untuk membantu pendidikan sejak awal pendirian MMF bersama Prof Dr Fachruddin, Maruki Jepang memberi bantuan 30 ribu dolar AS/tahun," ucapnya.
Bantuan untuk pelajar sebagai wujud kepedulian perusahaan tersebut hingga kini dapat diwujudkan karena dukungan karyawan yang memiliki komitmen yang kuat, ujarnya.

