Makassar (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulsel untuk menurunkan angka prevalensi stunting.
Wakil Bupati Pinrang H Alimin melalui keterangannya diterima di Makassar, Ahad, mengatakan kerja sama dengan BKKBN Sulsel untuk membangun sinergi dalam upaya penanganan stunting.
"Ini salah satu upaya kita dalam mengatasi stunting di Kabupaten Pinrang, apalagi pemerintah pusat menargetkan angka 14 persen di tahun 2024. Kami pun akan berupaya maksimal," ujarnya.
Dia berharap setiap langkah dan kebijakan dalam program Bangga Kencana BKKBN sejalan dengan program-program dari OPD terkait dalam penanganan stunting di Kabupaten Pinrang.
"Pemerintah Kabupaten Pinrang saat ini juga tengah melakukan berbagai upaya dalam penanganan stunting dan Alhamdulillah setiap tahunnya prevalensi stunting menunjukkan penurunan," katanya.
Wakil Bupati sekaligus Ketua TPPS Kabupaten Pinrang Alimin menerangkan bahwa memperkuat manajemen data merupakan langkah awal dalam mendukung pelaksanaan program.
Sehingga intervensi program pencegahan dan penurunan stunting bisa tempat sasaran. Manajemen data dimulai dengan pelaksanaan pendataan keluarga (PK) pada 2021, selanjutnya dilakukan verifikasi dan validasi (verval) keluarga berisiko stunting bulan Juli 2022.
"Proses pelaksanaan kegiatan membandingkan data keluarga berisiko stunting yang bersumber dari hasil PK 2021 dengan kondisi terkini di lapangan. Agar data yang digunakan sebagai peta kerja pendampingan keluarga adalah data terbaru dan terkini," terangnya.
Pemda juga melakukan rekonsiliasi data kasus stunting dan keluarga risiko stunting. Kemudian dibentuk tim TPPS dan TPK yang tersebar di 109 desa/kelurahan.
Pihaknya juga menunjukkan pengolahan data/operator pada setiap kecamatan dan dilakukan audit kasus stunting serta pelayanan KB. Lebih lanjut, dengan manajemen data yang baik pihaknya bisa memetakan keluarga berisiko stunting di daerah tersebut.
Dari 19.893 sasaran, ditetapkan sebanyak 10.549 keluarga berisiko stunting. Dengan jumlah TPK sebanyak 933, kata Alimin, lantas dibagi untuk melakukan pendampingan.
Setiap TPK mendampingi 22 sasaran dan 12 keluarga berisiko di Kabupaten Pinrang.Adapun, inovasi yang dikembangkan di Kabupaten Pinrang adalah Konvergensi Lintas Sektor dan Program untuk Intervensi Stunting (Kolase Pro Insting).
Ia menyebutkan Kabupaten Pinrang sendiri berdasarkan data Riskesdas tahun 2018 tercatat prevalensi stunting mencapai 43,6 persen.
Pada 2019 turun menjadi 27,6 persen menurut data Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI) dan 24,5 persen di 2021 berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI). Pada 2022 turun menjadi 20,9 persen.
Kepala Perwakilan BKKN Provinsi Sulawesi Selatan Hj. A.Ritamariani menjelaskan Program Bangga Kencana merupakan program yang diluncurkan BKKBN pusat yang dimaksudkan sebagai upaya peningkatan kualitas keluarga di Indonesia tidak terkecuali di kabupaten dan kota di Provinsi Sulawesi Selatan termasuk Kabupaten Pinrang.
Melalui program ini, penanganan stunting yang merupakan salah satu proyek strategis nasional menjadi salah satu fokus dalam setiap langkah dan kegiatan di lapangan.

