Bupati Mamuju Resmi Sandang Gelar Doktor

id bupati mamuju, suhardi duka, doktor universitas airlangga

"Gelar doktor diperoleh setelah Suhardi Duka berhasil menyelesaikan pendidikan yang ditempuhnya selama lebih dari lima tahun," kata Kepala Humas dan Protokoler Pemkab Mamuju, Usdi di Mamuju, Kamis.
Mamuju (ANTARA Sulbar) - Bupati Mamuju, Sulawesi Barat, Suhardi Duka resmi menyandang gelar doktor setelah mengikuti ujian disertasi tahap akhir di Universitas Airlangga Surabaya.

"Gelar doktor diperoleh setelah Suhardi Duka berhasil menyelesaikan pendidikan yang ditempuhnya selama lebih dari lima tahun," kata Kepala Humas dan Protokoler Pemkab Mamuju, Usdi di Mamuju, Kamis.

Menurutnya, disertasi Suhardi Duka yang mengangkat tema Peran Pemerintah Daerah dalam mengoptimalkan pengelolaan zakat di Kabupaten Mamuju yang diuji oleh Prof.Dr.Soegeng Soetedjo, S.E.Ak. sebagai ketua penguji bersama tujuh orang anggota yang lain telah berhasil membantu Suhardi Duka dalam memperoleh gelar tertinggi dalam dunia pendidikan dengan nilai komulatif IPK 3,8.

Ia mengatakan, Prof.Dr.Soegeng Soemantri menyebutkan, dari berbagai kriteria penilaian sesungguhnya Suhardi Duka berhak memperoleh penilaian Cum Laude dengan IPK tertinggi, namun sayangnya Suhardi Duka baru dapat menyelesaikan pendidikannya lebih dari lima tahun.

Meski begitu, Suhardi Duka masih dapat meraih predikat kelulusan sangat memuaskan, dengan itu Suhardi Duka dinyatakan sebagai jebolan Universitas Airlangga ke 55 yang berhasil meraih gelar Doktor.

Sementara itu, Suhardi Duka mengatakan sangat bersuykur atas apa yang diraihnya hari ini.

Ia mengakui untuk meraih gelar tersebut membutuhkan pengorbanan dan perjuangan yang berat, dan tidak hanya sampai disitu dengan menyandang gelar tersebut ditegaskan adalah tugas yang justru mengandung tanggung jawab yang lebih besar.

Sebagai seorang Doktor kata dia, maka mereka yang menyandangnya harus mampu mengendalikan diri dan harus mampu mengimplementasi keilmuannya dimasyarakat.

Bupati Mamuju dua periode ini menjelaskan, tema Disertasi yang diangkatnya tentang pengelolaan Zakat bertujuan untuk membuktikan bahwa tidak semua Pemerintah Daerah yang mengeluarkan Perda tentang Zakat itu gagal melaksanakannya.

Selain disertasi tersebut juga mengangkat tentang tata kelola managemen yang baik dan yang paling penting dalam Disertasi tersebut juga terungkap sebuah temuan yang akan di dedikasikan kepada masyarakat tentang pengelolaan zakat yang dinamakan Mandar model. N Sunarto
Pewarta :
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar