Logo Header Antaranews Makassar

PLN imbau masyarakat hati-hati potensi bahaya listrik akibat banjir Sulsel

Rabu, 12 Februari 2025 12:33 WIB
Image Print
Ilustrasi. Manager PLN UP3 Parepare, Muhammad Taufik bersama petugas PLN tengah berupaya memperbaiki infrastruktur jaringan yang terdampak bencana longsor di Dusun Wae Puta, Kabupaten Soppeng. ANTARA/HO-Humas PLN (B)

Makassar (ANTARA) - General Manajer PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) Budiono mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap potensi bahaya listrik akibat banjir yang terjadi di sejumlah daerah di Sulawesi Selatan.

"Masyarakat harus lebih berhati-hati saat banjir seperti sekarang, seperti kabel listrik yang terkena air atau perangkat listrik yang basah, ini bisa menimbulkan potensi bahaya listrik," katanya di Makassar, Rabu.

Dia mengimbau masyarakat agar memastikan semua instalasi listrik dan peralatan elektronik telah kering dan aman sebelum dinyalakan untuk menghindari korsleting listrik.

Budiono menyebut PLN berkomitmen untuk mempercepat pemulihan dan meminimalkan gangguan pada layanan listrik.

"Keselamatan dan kenyamanan masyarakat adalah prioritas utama kami, dan kami akan terus memberikan informasi serta dukungan yang diperlukan selama proses pemulihan ini," kata Budiono.

Intensitas hujan yang tinggi sejak Selasa (11/2) di sejumlah wilayah, yaitu Kota Makassar, Kabupaten Gowa, Maros, dan Soppeng, menyebabkan wilayah tersebut terendam banjir, terkena longsor, dan jaringan listrik tertimpa pohon tumbang.

Hal ini sesuai dengan keterangan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Wilayah IV Makassar yang mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan (Sulsel) yang berlaku dari 12–14 Februari 2025 dan berlaku 24 jam.

Kendati demikian, kondisi tersebut tidak menyurutkan upaya petugas PLN dalam memastikan pasokan listrik masyarakat kembali lancar.



Pewarta :
Editor: Daniel
COPYRIGHT © ANTARA 2026