Makassar (ANTARA) - Wali Kota Makassar, Sulawesi Selatan Munafri Arifuddin menyambut baik rencana pelaksanaan APEC Child Health International Workshop (ACHW) yang akan digelar di Makassar pada 20–22 Januari 2026.
"Kami menyambut baik dan memberikan dukungan penuh atas penunjukan Makassar sebagai tuan rumah kegiatan strategis ini," ujarnya usai menerima jajaran dari Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Makassar, Senin.
Menurutnya, kehadiran forum internasional APEC Child Health menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi Makassar sebagai kota rujukan kesehatan, khususnya di kawasan Asia-Pasifik.
Munafri mengatakan kegiatan itu sangat baik dan strategis. Pemerintah Kota Makassar mendukung penuh, apalagi fokusnya pada kesehatan anak dan ibu, serta peningkatan kualitas SDM kesehatan.
Kegiatan berskala internasional itu akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk organisasi kesehatan dunia (WHO), Kementerian Kesehatan RI, serta perwakilan negara-negara Asia-Pasifik, dengan fokus utama pada kesehatan anak dan kesehatan ibu.
"Kami juga menekankan pentingnya pemanfaatan momentum APEC Child Health untuk memperkuat pengembangan sumber daya manusia kesehatan lokal, termasuk tenaga fisioterapi," katanya.
Munafri mendorong agar ke depan setiap puskesmas di Kota Makassar dapat memiliki tenaga fisioterapi sebagai bagian dari layanan kesehatan dasar.
“Satu puskesmas satu fisioterapi, itu kebutuhan nyata. Apalagi sekarang puskesmas sudah BLUD, ini peluang untuk meningkatkan layanan sekaligus membuka lapangan kerja bagi lulusan Poltekkes,” jelasnya.
Munafri juga mengapresiasi capaian Poltekkes Kemenkes Makassar yang menjadi salah satu institusi terdepan dalam pengiriman tenaga kesehatan ke luar negeri, seperti Jepang, Arab Saudi, dan Jerman.
Serta berhasil mendorong penguatan pelatihan bahasa dan adaptasi budaya agar peluang kerja internasional semakin terbuka.
Selain pelaksanaan workshop, audiensi tersebut juga membahas rencana kunjungan WHO ke dua puskesmas dan satu rumah sakit di Makassar, yakni RS Ibu dan Anak Pertiwi, yang dinilai relevan dengan fokus kesehatan ibu dan anak serta pemanfaatan teknologi kesehatan.
Munafri menyetujui RS Ibu dan Anak Pertiwi sebagai lokasi kunjungan, mengingat rumah sakit tersebut telah mengadopsi inovasi layanan berbasis teknologi.
Lebih jauh, Munafri juga membuka peluang promosi Kota Makassar kepada peserta internasional, termasuk rencana jamuan makan malam dan wisata bahari menggunakan Kapal Pinisi, sebagai bagian dari upaya memperkenalkan potensi pariwisata Makassar.
“Kalau memungkinkan, kita perkenalkan Makassar lebih dekat. Peserta bisa menikmati suasana kota, tentu dengan pengaturan yang baik,” ucapnya.

